Press "Enter" to skip to content

500 Ribu Sebagai Syarat Mata Kuliah, Mahasiswa Ekonomi Mengeluh

Mata kuliah memang senantiasa bersentuhan langsung dengan kepentingan mahasiswa di lingkungan akademiknya, namun, aktivitas dan kepentingan dalam mata kuliah kerap menjadi beban bagi mahasiswa.

Hal itu diungkapkan seorang mahasiswi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair), kepada lpmmantra.com, Kamis (14/11) malam.

Pasalnya, mahasiswi yang enggan disebutkan namanya ini, mengaku terbebani dengan salah satu syarat pada mata kuliah ‘Perilaku Organisasi’ yang ia kontrak. Mereka dibebankan mengumpulkan uang sebesar 500 ribu rupiah.

“Lima ratus ribu rupiah itu saya pinjam di orang (teman) sebagai syarat menuntaskan mata kuliah” ungkapnya.  

Ia menjelaskan, besaran nilai uang yang dibebankan kepada masing-masing mahasiswa itu sangat memberatkan mereka. Ia terpaksa membayar karena merasa tertekan.

“Jika tidak bayar, pak bilang akan kase susah torang (kami) untuk lulus di mata kuliahnya” ujarnya, sembari menjelaskan kebijakan pungutan tersebut dimulai sekira tiga pekan yang lalu.

BACA LAGI: 

Sebagian dari teman kelasnya ada yang menolak untuk tidak mengumpulkan uang, namun, sang dosen justru memberi sanksi dengan me-review  20 jurnal, hingga risiko bernada mengancam bahwa nilai mereka akan eror (tidak diluluskan).

Setelah ditelusuri, sang dosen tersebut bernama Dr. Adnan Rajak, Koordinator Program Studi Manajemen.

“’Barani sapa yang banta, dia pe mulu angus’ (siapa yang membantah, mulutnya akan hangus!)” tutur mahasiswi tersebut meniru ucapan sang dosen.

Bersama dengan itu, Harian Malut-Post pada edisi Senin (18/11), memberitakan informasi praktik dosen tersebut sebagai dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan kepada mahasiswa.

Terungkap bahwa tujuan dibebankannya uang kepada mahasiswa adalah untuk kepentingan bisnis yang bakal dikelolah oleh mahasiswa, yakni mendaftarkan ke investasi di HIPO (Himpunan Pengusaha Online).

“Pungutan tersebut telah dihentikan sementara untuk terlebih dulu memberikan pemahaman bisnis kepada mahasiswa” ujarnya sebagaimana dilansir Malut Post.

Lpmmantra.com  bersama awak media lain mencoba mengonfirmasi perihal tersebut kepada dosen yang bersangkutan Senin (18/11) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Khairun (Unkhair).

“Ini kan masalah rumah tangga program studi, saya so (sudah) klarifikasi” ujarnya singkat.


Liputan: Rian Hidayat
Editor: Adlun Fiqri


Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *