LPM Mantra – Komisi Pemilihan Fakultas (KPMF) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun sukses melaksanakan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unkhair periode 2026–2027 bertempat di ruang Widi pada Kamis (18/6/2026).
Pemilihan kali ini, diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan nomor urut 1 terdiri dari Amelia La Ode Uji sebagai calon Ketua BEM dan Ridwan Saban sebagai calon Wakil Ketua BEM. Sementara pasangan nomor urut 2 yakni M. Tamhier Tamrin sebagai calon Ketua BEM dan Rujia Amir sebagai calon Wakil Ketua BEM.

Ketua KPMF FIB Unkhair, Arju, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah dilaksanakan sesuai jadwal, mulai dari pendaftaran bakal calon, verifikasi berkas, kampanye, hingga pemungutan suara.
Pemilihan dilakukan melalui mekanisme delegasi dari lima Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) di lingkungan FIB Unkhair. Setiap himpunan merekomendasikan tiga orang sebagai pemilih tetap, sehingga total terdapat 15 pemilih tetap yang memiliki hak suara.

“Seluruh pemilih tetap yang berjumlah 15 orang menggunakan hak pilihnya dalam proses pemungutan suara,” ujar Arju.
Berdasarkan hasil hasil pemilihan, pasangan calon nomor urut 1 memperoleh 7 suara, sedangkan pasangan calon nomor urut 2 memperoleh 8 suara.

Dengan demikian, pasangan M. Tamhier Tamrin dan Rujia Amir resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FIB Unkhair periode 2026–2027.
Selain dihadiri para pemilih tetap, kegiatan pemilihan juga disaksikan oleh Dekan FIB Unkhair, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, pengurus BEM, pengurus Himapro, UKM, serta sejumlah mahasiswa aktif FIB Unkhair.
Kehadiran berbagai unsur civitas akademika tersebut menunjukkan dukungan terhadap proses demokrasi mahasiswa di lingkungan fakultas.
Meski demikian, Arju mengakui terdapat beberapa kendala selama pelaksanaan. Sejumlah pengurus dan anggota KPMF belum dapat terlibat secara penuh karena berbagai alasan. Namun, kendala tersebut dapat diatasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga selesai.
kendala utama di sini kami KPMF kekurangan anggoya yang aktif dalam membantu pelaksanaan, karena beberapa alasan, namun tidak terlalu memebrikan masalah, semuanya bisa berjalan dengan baik. tegas Arju ketika di wawancarai Mantra.
Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin, berharap kepengurusan baru mampu membawa perubahan positif bagi organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas.
“BEM FIB harus lebih maju dan mampu menghadirkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, seperti kajian dan pelatihan yang relevan dengan bidang keilmuan Linguistik, Sejarah, Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Jainul Yusup, menekankan pentingnya efektivitas kepengurusan BEM ke depan.
“Kepengurusan BEM tidak perlu terlalu banyak, yang penting kaya fungsi dan memiliki keterwakilan dari seluruh program studi. Pilihlah pengurus yang benar-benar mau bekerja dan menyukseskan kepengurusan. Pihak Fakultas tetap mendukung, diskusikan bersama, dan terus bergadeng” ujarnya.
Penulis: Fahmi N Bayan
Editor: Redkasi

UKM Media-Jurnalistik
~ Ritual Bertutur Mahasiswa ~
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun
“Kebenaran tak bisa dibungkam dan Fakta adalah garis terakhir pertahanan”
