Press "Enter" to skip to content

Anggaran Kubermas Unkhair Hilang, Mahasiswa Desak Kembalikan

Peserta Kuliah Berkarya dan Bermasyaraka (Kubermas) tahap I mendesak Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun (Unkhair) kembalikan biaya hidup kubermas tahap satu Universitas Khairun Yang dihilangkan pihak panitia pelaksana kubermas.

Peserta kubermas yang berjumlah 700 mahasiswa belum mendapatkan biaya hidup selama pelaksanaan kubermas tahap I Unkhair yang berlangsung diberbagai kelurahan Kota Ternate.

Kordinator kubermas tahap satu Kelurahan Salahuddin Muhamad Kahfi saat ditemui Mantra pada (11/3/22) mengungkapkan, pihak LPPM sudah menyelewengkan anggaran kubermas yang merupakan biaya hidup mahasiswa sebesar 90 juta.

” Pihak LPPM dalam hal ini bapak Arly selaku penanggungjawab anggaran biaya hidup kubermas tahap I, sudah menyelewengkan dana tersebut, sampai saat ini kami belum mendapatkan biaya hidup kubermas yang seharusnya sudah di salurkan sejak kubermas berlangsung” ujarnya kepada Mantra .

Kahfi Juga menekankan bahwa janji pihak LPPM untuk memberikan biaya hidup kubermas tahap I sudah sejak Agustus 2021 hingga 2022. Ia mengeluhkan banyak mahasiswa yang protes karena tidak mendapatkan hak mereka selama pelaksanaan kubermas.

” Banyak mahasiswa yang sudah muak dengan janji panitia kubermas untuk memberikan hak mahasiswa. bahkan kami di bohongi dengan berbagai macam cara, semisal pak arly itu pernah menandatangani surat pernyataan untuk mengembalikan anggaran mahasiswa tepat waktu selembat-lambatnya 25 Februari 2022, ternyata sampai saat ini belum” ujarnya.

Ia juga menjelaskan Peserta Kubermas yang tersebar di 14 kelurahan Kota Ternate, belum mendapatkan anggaran biaya hidup secara keseluruhan.

Sementara itu, Arly S.Pd, panitia kubermas yang menghilangkan anggaran kubermas saat ditemui mantra di gedung LPPM, ia mengkonfirmasi bahwa anggaran yang berjumlah 90 juta itu benar-benar hilang.

” Saya akan berusaha untuk mengembalikan uang yang sudah saya hilangkan, itu tanggung jawab saya. sekarang ada usaha untuk itu”, ujarnya kepada Mantra.

Ia juga berjanji akan berupaya untuk mengembalikan hak mahasiswa Kubermas yang belum mendapatkan uang saku kubermas.

” Untuk waktu saya belum bisa janji kapan di kembalikan, tapi saya akan tetap kembalikan hak mahasiswa” tuturnya.

Perlu di ketahui Anggara Biaya hidup peserta kuliah kerkarya dan bermasyarakat (Kubermas), merupakan uang saku bagi mahasiswa yang di sediakan oleh kampus.

Liputan: Fadli Kayoa | Mantra

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *