LPM Mantra – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (BEM FIB UNKHAIR) membuka Posko Pengaduan bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Posko ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengalami kendala terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT), Iuran Pengembangan Institusi (IPI), maupun proses registrasi ulang.
Pembukaan posko tersebut merupakan bagian dari fungsi advokasi BEM FIB UNKHAIR sebagai lembaga kemahasiswaan. Selain menjadi wadah penyampaian pengaduan, posko ini diharapkan menjadi ruang pendampingan sekaligus jembatan komunikasi bagi mahasiswa baru yang menghadapi kendala administrasi sebelum memulai perkuliahan.
Ketua BEM FIB UNKHAIR, M. Tamhir Tamrin, mengatakan bahwa persoalan administrasi tidak boleh dipandang sebagai urusan teknis semata. Menurutnya, kendala tersebut dapat berdampak langsung pada kesempatan mahasiswa untuk mengakses pendidikan tinggi.
“Pendidikan tidak boleh berhenti pada pengumuman kelulusan. Ketika persoalan UKT, IPI, maupun registrasi ulang berpotensi membuat mahasiswa batal memulai perkuliahan, maka persoalan tersebut tidak lagi sekadar administratif, melainkan menyangkut terpenuhinya hak atas pendidikan. ” kata Tamhir.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa baru yang mengalami kendala administrasi tidak perlu menghadapi persoalan tersebut seorang diri. Melalui Posko Pengaduan, BEM FIB UNKHAIR akan menghimpun setiap laporan, memberikan pendampingan, serta membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait agar setiap permasalahan memperoleh perhatian dan dapat diselesaikan secara optimal.
BEM FIB UNKHAIR mengajak seluruh mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun yang mengalami kendala terkait UKT, IPI, maupun registrasi ulang untuk segera menyampaikan pengaduan melalui Posko Pengaduan yang telah disediakan.
Kehadiran posko ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru menjalani proses awal perkuliahan tanpa terkendala persoalan administrasi yang masih dapat diupayakan penyelesaiannya.
Penulis: LPM Mantra
Editor: Redaksi Mantra

UKM Media-Jurnalistik
~ Ritual Bertutur Mahasiswa ~
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun
“Kebenaran tak bisa dibungkam dan Fakta adalah garis terakhir pertahanan”
