Press "Enter" to skip to content

Broadcasting Dengan Bahasa Sehari-hari, Cara UI Kampanye Pencegahan Virus Corona di Ternate

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI) merangkaikan broadcasting menggunakan bahasa Melayu Ternate saat mengampanyekan pencegahan terhadap virus corona (covid-19).


Baba se ema, yaya se goa, hira se bira, iyo se nongoru” alunan broadcasting di pasar Kota Ternate yang memanggil ‘bapak dan paman, ibu dan bibi, saudara perempuan dan laki-laki, kakak dan adik’.

Kemudian dilanjutkan dengan bahasa Melayu Ternate, “Kenormalan baru bukang berarti torang so tabebas dari panyake, virus dan segala macam kuman yang ada di luar sana. Tapi, kitorang harus jaga kitorang pe diri dengan cara, tetap cuci tangan, kaluar rumah pake masker dan jaga kebersihan torang pe rumah. Supaya torang juga perhatikan, agar torang terhindar dari segala macam virus yang merajalela di luar sana. Jadi itu himbauan untuk torang samua eee… baku bilang itu penting!”.

Broadcasting ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI), pada bulan Agustus sampai Oktober 2020. Tampaknya siaran imbauan kepada pengunjung pasar ada baiknya disampaikan dalam bahasa setempat. Ketika siaran audio disampaikan, muncul beberapa komentar dari penjual ikan, “Wah bagus ini, pake bahasa kita” ujar mereka.

Saat ini kota Ternate termasuk zona kuning,  agar Ternate tidak sampai menjadi zona merah, pencegahan di tempat kerumunan, misalnya klaster pasar tradisional, menjadi prioritas. Tempat penjualan ikan menjadi tempat yang dapat dibilang paling ramai karena biasanya terjadi tawar menawar harga, interaksi yang aktif terjadi di tempat itu.

Tim Universitas Indonesia, yang terdiri dari 3 dosen, yaitu, Dr. Filia, Totok Suhardijanto, Ph.D., Sari Gumilang, M.Hum. bersama mahasiswa UI dan komunitas masyarakat Ternate membuat naskah narasi broadcasting dalam bahasa Ternate dan Melayu Ternate. Komunitas masyarakat Ternate yang diwakili oleh Fadriah dan teman-teman mengisi suara broadcasting pencegahan Covid-19 yang disiarkan di Pasar Kota Ternate. Rekaman broadcasting yang berupa percakapan sehari-hari dalam bahasa Ternate dibawakan oleh para seniman Ternate.

Layanan iklan masyarakat yang berkenaan dengan pemakaian masker, jaga jarak, tetap sering cuci tangan, membawa sanitizer dan uang pas saat berbelanja ini, disampaikan melalui siaran di pasar. “Broadcasting ini dibuat dalam bahasa Ternate dan Melayu Ternate agar lebih mudah diterima masyarakat Ternate”, ujar Dr. Filia, selaku ketua tim pengmas FIB UI.  Ia menambahkan, selain broadcasting, tim Pengmas FIB UI juga membagikan masker kepada pengunjung pasar dan memajang poster di depan pasar.

Beberapa waktu yang lalu, pasar kota Ternate, tepatnya Pasar Bersehati Bahari Berkesan sempat ditutup untuk pencegahan penularan Covid-19. Namun kemudian dibuka kembali. Momen pembukaan pasar diiringi dengan edukasi pencegahan Covid-19 yang dilakukan tim Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Kembali terdengar broadcasting dalam bahasa Melayu Ternate. Berikut percakapan dalam Broadcasting.

Kaka    : E jujaru ngana mau pi mana?

Ade      : Mo pi pasar ini

Kaka    : Mo pi pasar kabawa tu jang ngana lupa pake masker, masker!

Ade      : Iii siap!

Kaka    : Dengan jang ngana lupa lagi tetap jaga jarak

Ade      : Ampooong jaga jarak pe jao bagimana lagi itu?

Kaka    : Yaaaa me sesuai deng anjuran pemerentih, jaga jarak itu 1 sampe 2 meter, ya paling sadiki tu 1 meter bole sudah

Ade      : O iyo sudah kalu bagitu

Kaka    : A deng jang lupa ngana bawa doi enceran la supaya sampe kabawa tu kase doi pas, tara usa dorang kase kumbali-kumbali lagi

Ade      : Ampooong iyo sudah kalu bagitu

Kaka    : Deng ini lagi satu, tetap cuci tangan kalau pulang pasar, cuci tangan, mandi kalu perlu, kase bersih tu ngana pe badang kalu pulang pasar, basisaka deng orang banya-banya di bawa to?

Ade      : O iyo… itu lagi, ampooong so tau pasar to…

Kaka    : Iyo eee

(ada yang menyela dari belakang) kase inga dia tu, dia malawang skali dia tu…

Kaka    : E kalu nga bakudapa deng tamang tu baku togor saja, jang ngana dudu babacarita

sampe

Ade      : Iii kong so tara bisa cipika-cipiki?

Kaka    : Tara boleh, keadaan skarang ini ni. O iyo, deng kalu ngana bakudapa dengan ngana pe tamang ka ngana bilang kalu dorang kaluar tu jang bawa-bawa dorang pe tete ka nene, pokoknya orang yang so tua tu jang jang kasiang dorang itu tu yang paling capat dapa panyake, jadi keadaan ini

Ade      : O iyo sudah kaka, kita pi pasar sudah e, barang ini so mo malam nih

Kaka    : Iyo pigi sudah!

Ade      : Pigi dulu e kaka

Kaka    : Iyo bae-bae eee


Kontributor : Fadriah
Editor : Redaksi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *