Lpmmantra— Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Workshop Jurnalistik Media Kemahasiswaan. Kegiatan bertajuk “Mengelola Media Digital dan Cetak yang Kritis dan Humanis” ini berlangsung di Pantai Kastela, Ternate, Sabtu (29/8/2026).
Workshop jurnalistik itu menjadi bagian dari upaya memperkuat peran strategis media kemahasiswaan dalam menyajikan informasi yang objektif, berbobot, sekaligus tetap memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan di tengah pergeseran lanskap informasi digital.
Baca Juga : Warga Wairingin Lelewi Melawan Penggusuran: Lahan Diserobot, Kebun Cengkeh Hilang
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FIB Unkhair, Jainul Yusup. Hadir pula Koordinator Program Studi (Kaprodi) Ilmu Sejarah, Lucia Arter Lintang Gritantin, S.S., M.A., jajaran dosen FIB Unkhair, di antaranya Fitriningsih Pratiwi Mahmud, Bahtiar Hairullah, dan Suratman M. Djen, serta mahasiswa.
Workshop ini juga menghadirkan dua narasumber dari bidang akademik dan jurnalistik, yakni Dr. Syahyunan Pora dan Fadli Kayoa.

Dalam sambutannya, Jainul Yusup menegaskan pentingnya keberadaan media mahasiswa sebagai ruang literasi sekaligus wadah penyaluran aspirasi yang bertanggung jawab.
“Media kemahasiswaan bukan sekadar tempat berlatih menulis, melainkan laboratorium pemikiran kritis. Di tengah derasnya arus informasi digital, pers mahasiswa harus hadir membawa kedalaman analisis yang kritis, namun tetap humanis—menjunjung tinggi etika dan empati dalam setiap pemberitaannya,” ujarnya.
Baca Juga : PKKMB FIB Unkhair Jadi Ruang Solidaritas untuk Masyarakat Adat
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unkhair, M. Tamhir Tamrin, mengapresiasi terselenggaranya workshop jurnalistik tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk kembali menghidupkan tradisi literasi dan penerbitan di lingkungan kampus.
“Kegiatan ini sangat krusial bagi kami pengurus BEM dan seluruh mahasiswa FIB. Pengetahuan yang didapatkan dari para narasumber memberi kami arah yang lebih jelas dalam membangun media digital maupun cetak yang tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki kedalaman wawasan dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan,” ujarnya usai workshop.
Ia berharap peserta dapat mengaplikasikan wawasan yang diperoleh untuk merevitalisasi media mahasiswa, melahirkan karya-karya jurnalistik yang edukatif, serta menjadi kontrol sosial yang konstruktif, baik di lingkungan universitas maupun masyarakat luas.
Editor : Redaksi

UKM Media-Jurnalistik
~ Ritual Bertutur Mahasiswa ~
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun
“Kebenaran tak bisa dibungkam dan Fakta adalah garis terakhir pertahanan”
