Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Gelar Study Tour Pengenalan Alam Jurusan

LPM Mantra–Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, menggelar kegiatan Pengenalan Alam Jurusan dengan konsep baru yang lebih inovatif. Jika sebelumnya PAJ identik dengan kegiatan perkemahan, tahun ini HMJ Sastra Inggris mengubah format agenda tahunan itu, menjadi study tour yang menekankan pembelajaran langsung di situs sejarah.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu 29 November 2025 pekan lalu itu,  berlangsung di  dua lokasi bersejarah Kota Ternate. Rombongan mahasiswa baru ini memulai kunjungan di Kedaton Kesultanan Ternate. Mereka mempelajari koleksi museum Sultan Iskandar Muhammad Djabir Sjah, dan mendengarkan  penjelasan petugas  mengenai koleksi museum Kesultanan Ternate.

Dalam study tour  ini para mahasiswa juga  mengamati berbagai peninggalan bersejarah di museum, seperti mata uang Kesultanan Ternate, pakaian adat dan silsilah kesultanan. Tak hanya itu kunjungan tersebut  memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa baru  memahami budaya dan sejarah Moloku Kieraha.

Usai sesi kunjungan museum, mahasiswa baru angkatan 2025 ini menerima materi pengantar akademik dari Ketua Program Studi Sastra Inggris, Faradila Masuara.

Faradila dalam kesempatan itu mendorong  para mahasiswa untuk menanamkan prinsip kolaborasi  antar mahasiawa,  sehingga hubungan emosional sesama mahasiswa bisa terjaga dengan baik.

“Sebagai mahasiswa baru harus terus tanamkan prinsip kerjasama, supaya kedepannya ketika kalian yang akan mengisi kepengurusan HMJ,  sudah terjalin kedekatan,” pesan dosen FIB ini.

Senada, ketua umum HMJ Sastra Inggris, Andin mengatakan, kegiatan study tour ini bagian dari langkah HMJ menciptakan kegiatan PAJ yang menyenangkan dan hangat. Ia menegaskan bahwa proses pengenalan mahasiswa baru tidak lagi memerlukan metode lama yang penuh tekanan, melainkan cara baru yang lebih inklusir dan inovatif.  “Kami ingin kegiatan ini berjalan dengan kekeluargaan tanpa adanya senioritas. Pendidikan karakter tidak harus dibangun dengan kekerasan atau tekanan. Cara itu sudah tidak relevan bagi generasi sekarang,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sehari penuh itu, bukan hanya berfungsi sebagai orientasi awal, namun juga sebagai upaya pembentukan karakter, peningkatan kepekaan ilmiah dan pengenalan sejarah sebagai identitas bangsa secara langsung.

Kegiatan ini diakhiri  dengan kunjungan e Benteng Orange.  Lokasi ini menjadi tempat berlangsungnya games interaktif yang dirancang untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama antar mahasiswa baru.


Reporter : Fahmi N Bayan | Mantra

Editor  : Apdoni Tukang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *