Press "Enter" to skip to content

Kamisan Ternate: Cara Mahasiswa Membagi Kerusakan Ruang Hidup di Malut

TERNATE, lpmmantra.com — Kabar tentang kerusakan, pencemaran, dan perampasan ruang hidup di Maluku Utara (Malut) akibat eksplorasi pertambangan itu kian mendengung di jalan. Kamis (23/1/20) di Depan Land Mark Kota Ternate.

Berita tentang ancaman terhadap lingkungan ini tak hanya melantang keras pada pengeras suara (megafon) massa aksi, namun juga dibagikan kepada masyarakat Kota Ternate.

Mereka membagi sehelai kertas berisi informasi tentang wajah ruang hidup Maluku Utara yang makin memperihatinkan. Selain itu, ada berbagai pamflet bertulis protes dan ancaman terhadap kerusakan lingkungan hidup.

“Persoalan kerusakan ruang hidup ini diresahkan oleh masyarakat. Khususnya mereka yang berada di sektor pertambangan” ucap Fandi, Koordinator Aksi Kamisan Ternate.

Ia menambahkan, hal serupa juga dirasakan oleh masyarakat adat Tobelo Dalam (O’hongana Manyawa) di Hutan Ake Jira yang tanahnya dibabat habis oleh perusahaan.

Soal pencemaran lingkungan, untuk diketahui, seperti dilansir gatra.com, hasil wawancara tim Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) pada Mei 2018, setidaknya telah menimpa berbagai daerah di 10 Kabupaten Kota di Provinsi Maluku Utara.

Dari 1.196 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa yang terdiri dari 1.066 desa, 117 kelurahan dan 13 UPT/SPT, serta 116 kecamatan dan 10 kabupaten/kota, sudah banyak yang tercemari (baca: gatra.com).

Menurut Fandi, perlawanan terhadap ancaman ruang hidup ini akan terus dirutinkan setiap pekan pada aksi kamisan Ternate yang sudah terlaksana kelima kali itu.

Selain mahasiswa dari berbagai organisasi, aksi kamisan kali ini juga dihadiri oleh sejumlah penggiat LSM di Maluku Utara.

“Selain individu pro demokrasi, ada juga LSM dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)” ujar Fandi kepada mantra.

Maraknya Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Maluku Utara serta mendesak pemerintah provinsi untuk tidak lagi memberi izin kepada korporasi menjadi kampanye lingkungan pada aksi yang menghimpun sejumlah aktivis di Ternate ini.

Reporter: Fadli (magang)
Editor: Redaksi mantra
Foto: istimewa

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *