Press "Enter" to skip to content

Kemerdekaan Indonesia di Tengah Krisis Identitas

Republik Indonesia sebuah Negara yang terletak di bumi belahan timur di benua Asia bagian tenggara yang diapit samudera pasifik dan samudera hindia. Beriklim tropis dengan letak astronomi 6° lintang utara -11° lintang selatan dan 95° bujur timur- 141° bujur timur. Dilewati pegunungan muda dunia yaitu pegunungan mediterania di sebelah barat dan pegunungan sirkum pasifik disebelah timur. Memiliki tiga bagian zona waktu yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), Waktu Indonesia Timur (WIT). Tercatat sebagai Negara Kepulauan Terbesar di dunia dengan total luas wilayah sebesar 1.904.569 KM². Tidak hanya itu, Indonesia memiliki identitas resmi yakni:
1.  Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan.
2. Bendera Merah Putih sebagai Bendera Kebangsaan.
3. Burung Garuda sebagai simbol Kebangsaan.
4. Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Kebangsaan.
A. Tentang Indonesia Raya Sebagai lagu Kebangsaan
Lagu kebangsaan indonesia raya ini menjadi spirit gerakan untuk melawan kekuatan kaum penjajah di masa kolonialisme. Sorak sorai lagu ini sering diperdengarkan dan menjadi identitas bagi rakyat indonesia. Siapa yang tak mengenal nama Wage Rudolf Soepratman, atau disingkat (W.R.Soepratman), lelaki yang kelahirannya di Jawa Tengah pada tanggal 09 Maret 1903. Ia adalah  penulis lagu kebangsaan berjudul Indonesia Raya. Merupakan sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam panggung sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Mengapa tidak Lagu Indonesia raya ini dikumandangkan pertama kali dimuka umum pada Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928 di Jakarta? pada saat lagu ini dikumandangkan dihadapan pemuda kongres pemerintah kolonial Hindia Belanda segera melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya. Meskipun demikian, para pemuda tidak gentar. Mereka menyanyikan lagu itu dengan semangat yang tidak pernah surut pada akhirnya lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan dan bahkan sampai pada pertemuan-pertemuan besar lagu indonesia Raya dijadikan sebagai lagu pembuka dengan kewajiban setiap yang mendengarnya harus berdiri tegak menghormatinya.
B. Tentang Bendera Merah Putih
Bendera merah putih adalah pusaka memiliki nilai sakralitas yang tinggi sehingga Negara lndonesia menganggapnya sebagai benda yang memiliki kehormatan serta tidak bisa menghancurkan kehormatannya. Diiibaratkan sebagai wanita bagi negara yang jika kehormatan wanita itu hancur maka hancurlah sebuah negara. Maka jika bendera merah putih lambang kehormatan itu dihancurkan maka negara juga akan hancur. Hal ini menunjukan bahwa betapa pentingnya bendera pusaka merah putih itu bagi Negara sehingga negara harus melindunginya. Oleh karena di dalam kain berwarna merah dan putih itu terdapat usaha berkeringat, darah, tangisan bahka duka mendalam yang muncul dari kesatuan pulau-pulau di Nusantara. Ada yang menyebutkan bahwa  asal mula warna merah putih yang dimuliakan dalam budaya Ras Austronesia memiliki makna langit dan tanah.
Dalam mitologinya, langit berwarna putih sebagai Ibu dan tanah tempat berpijak sebagai Bapak. Kedua benda ini diakui sebagai pasangan yang tidak bisa terpisahkan. Pendapat yang lain mengemukakan bahwa lambang Pusaka merah putih itu berasal dari beberapa kerajaan di Jawa Timur disebabkan karena Kerajaan di Jawa Timur banyak yang menyumbangkan kekayaan budaya bagi kepentingan Nasional. Dijelaskan bahwa merah putih itu adalah alat penyerangan yang dibawa oleh Jayakatwang dari kerajaan Gelang-gelang pada waktu itu kebesaran merah putih ini juga dianggap diperkenalkan oleh beberapa kerajaan besar yang ada di jawa.

 

C. Tentang Burung Garuda dan Bhineka Tunggal Ika

 

Lambang negara ini dirancang oleh Sultan Hamid II dan diresmikan pada 11 Februari 1950  saat sedang berlangsungnya Sidang Kabinet Indonesia Serikat. Hasil cetusan lambang ini juga bagian dari inspirasinya presiden pertam Ir. Soekarno pada saat beliau mencoba membaca mitologi Hindu yang mengisahkan seorang guru bernama Resi Kasyapa yang memperistrikan Kadru dan Winata. Dari Kadru memperanakan Naga dan dari Winata memperanakan Garuda. Singkat cerita dari kedua ini Garuda dianggap sebagai seseorang yang memiliki sikap gigih dan berani dalam memperjuangkan kebebasan sang ibundanya. Semangat Garuda inilah yang juga menginspirasi Soekarno harus memilih burung garuda sebagai lambang Negara agar ada semangat yang kuat untuk membebaskan ibu pertiwi dari para penjajah. Bukan hanya itu, Burung Garuda juga didesain dengan memiliki makna bersejarah yang tidak bisa dilupakan diantaranya konsepsi tentang 17 Agustus 1945 berdasarkan kerangka pemahaman pada bagian tubuh Garuda pancasila. Terdapat Bulu pada sayap berjumlah 17 yang melambangkan tanggal 17, bulu pada ekornya berjumlah 8 helai melambangkan Bulan 8, Bulu pada leher berjumlah 45 helai melambangkan Tahun 45. Kemudian bersemboyan “Bhineka Tunggal Ika”
Bhineka Tunggal Ika yang menjadi semboyan ini adalah kalimat yang berasal dari kata Bhina-Ika-Tunggal-Ika yang artinya berbeda-beda tetap satu sesuai juga dengan dalam bahasa Jawa Menjadi Beda-Iku-Tunggal-Iku artinya berbeda itu, Kesatuan itu.
D. Masalah dan solusi menghadapi Krisis Identitas Bangsa
Dalam perkembangan zaman saat ini kecenderungan banyak sejarah penting yang telah diabaikan bahkan juga dilupakan oleh anak bangsa padahal sesungguhnya sejarah bisa dikategorikan sebagai identitas untuk membangun peradaban bangsa ini. Hal ini karena  Identitas merupakan salah satu perilaku, keyakinan, serta sikap pembeda (Harry). Salah satu contoh adalah bangsa Indonesia saat ini dimana 53% warga Indonesia tidak menghafal lagu kebangsaan Indonesia ditambah lagi 24 % tidak paham tentang sila Pancasila. Hal ini menunjukan bahwa masih ada krisis identitas terhadap bangsa Indonesia juga berimplikasi pada ketidakperhatian terhadap kondisi negara. Terbukti dalam survei yang sama menghasilkan bahwa 61% generasi muda mengabaikan kondisi Negara. Belum lagi identitas bangsa ini dianggap kuno bahkan sebaliknya mengganggap bahwa mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu asing adalah gaya mengikuti perkembangan zaman (Moderenisasi). Hampir terlihat jelas juga identitas di negeri ini hilang dicuri oleh orang asing diantaranya juga adalah penggunaan produk lokal dianggap tradisional dan tidak berkualitas dibandingkan dengan produk luar negeri. Ini artinya bahwa kesadaran nasionalisme kita masih cukup rendah.
Olehnya itu dari beberapa masalah sebagai gejala krisis identitas inilah di momentum HUT kemerdekaan ke- 73 ini, Negara harus lebih memperkuat konsolidasi internal dalam membangun visi bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri dengan cara; Pertama; mensosialisasikan betapa pentingnya Ideologi Pancasila dalam mempertahankan integritas bangsa di kalangan pemuda. Kedua : dalam era digital ini pemerintah harus hadir memberikan kesadaran sejarah tentang identitas bangsa agar nilai identitas itu mampu dimanifetasikan di tengah-tengah masyarakat. Ketiga : Memanfaatkan teknologi sebagai medium interaksi gagasan dan nilai-nilai sejarah termasuk juga dengan mempromosikan lambang bendera dan pancasila sebagai identitas bangsa agar mampu menumbuhkan keyakinan identitas bangsa yang kokoh di generasi milineal ini.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *