Press "Enter" to skip to content

Kuliah Tanpa Almamater, Bagaimana Mahasiswa STKIP Kie Raha Menanggapinya?

Menjalani aktivitas kuliah tanpa mengenakan atribut kampus memang terasa aneh. Pasalnya, berbagai rutinitas kegiatan yang harus dijalani mahasiswa memang perlu menggunakan tanda pengenal kampus seperti kartu mahasiswa dan jas almamater yang disediakan oleh kampusnya.

Berbeda dengan yang dirasakan mahasiswa angkatan 2019 di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha di Ternate. Hampir setahun sudah, mereka belum menerima jaket almamater yang enggan diberikan oleh kampusnya.

Untuk menuntut haknya, mereka kemudian melangsungkan aksi unjuk rasa di Gedung Putih STKIP Kie Raha, Selasa tadi (15/9). Kelompok unjuk rasa ini meminta agar pihak kampus segera memberi almamater yang lamban diberikan.

Massa aksi yang terdiri dari puluhan mahasiswa ini terhimpun dalam “Aliansi Mahasiswa STKIP Angkatan 019 Bergerak”, dengan tajuk protes “Ada apa dengan kampus, sehingga almamater kami tidak diberikan?” tulis mereka pada spanduk aksi yang dibentangkan.

Sesuai propaganda aksi yang diterima mantra, Selasa (15/9), kebijakan kampus yang lamban mendistibusikan almamater untuk mahasiswa angkatan 2019 dianggap meresahkan.

Mereka juga menyandingkan mahasiswa angkatan sebelumnya (2018) yang sejak awal kuliah langsung dibagikan almamater.

“Tahun sebelumnya terhadap mahasiswa angkatan 2018, sesudah Orientasi Bimbingan Mahasiswa (ORBIMAS) atau Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKBMB), para mahasiswa langsung memperoleh almamater dari pihak kampus” bunyi propaganda itu.

Sementara itu Ketua Tata Usaha STKIP Kie Raha, Ashari Usman, ketika ditemui awak media, mengatakan lebih dari 300 almamater sudah tersedia. Mahasiswa tinggal menyediakan bukti-bukti pembayaran untuk mengambil almamater tersebut.

“Almamater sudah ada kemarin, mereka aksi dari minggu kemarin. Almamater ada lebih dari 300 di dalam. Cuman kan kita minta bukti itu dibawa untuk diperlihatkan,” ungkap Ashari, singkat.

__

Reporter: Arjun
Editor: Redaksi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *