Press "Enter" to skip to content

Misteri Bau Bangkai di Tikungan Ngade

Sambil menyesap kopinya, Burhan mengisahkan pengalaman pahitnya menghirup bau tak sedap yang kerap menampar hidungnya. Sebagai pengendara roda dua, ia mengaku kejadian tersebut berulangkali menimpanya saat hendak membelokkan kemudi motornya melewati Tikungan Ngade.

“Setiap saya lewat, bau itu sering menghantam” kata lelaki 24 tahun itu.

Burhan menceritakan, suatu ketika, ia dan rekan-rekannya merasa penasaran untuk melihat langsung dari mana asal bau bangkai itu. Kesempatan itu datang saat mereka pergi memancing di Pantai Ngade, lokasi bau tersebut berasal.

Di sebelah kiri tikungan, jika mengendarai motor menuju arah selatan Ternate (Kelurahan Fitu), sisi kiri ruas jalan memang terdapat areal terjal yang mengarah ke laut. Terdapat pula semak dan pepohonan yang memalang. Jika diperkirakan, sumber bau itu seolah mengumpet di situ.

Bau bangkai sering muncul di sisi kiri jalan ini. Di Kelurahan Ngade, Ternate Selatan, Maluku Utara. Foto: Rian Husni

Selama di lokasi dan melakukan penelusuran kecil, Bur (sapaannya) tak pernah menemukan jenis bangkai yang memicu bau tak sedap itu. “Area itu terdapat banyak sampah yang berhamburan, mungkin bau berasal dari serakan sampah” ia menyimpulkan.

Sebelum menyambangi Burhan dan ceritanya di Kantin Texas di Fakultas Ilmu Budaya Unkhair, sekira dua jam lalu, siang tadi, Rabu 20 November 2019, saya hendak melakukan perjalanan melewati Tikungan Ngade.

Di arah utara Ternate, masih pukul 06.30 Wit, sinar mentari memporak-poranda se-antero jagad negeri Gapi. Saya yang juga merasa penasaran dengan bau itu, memutuskan untuk menjinakkan sedikit gas motor saya yang sempat melaju gila.

Sesaat kemudian, tampak Tikungan Ngade
berhasil saya jejakkan (tersimpan) di galeri gawai.

Burhan juga memperkirakan kondisi karang laut yang sudah kering di sepanjang Pantai Ngade juga menjadi sebab bau itu bisa muncul. “Mungkin saja”, sambungnya membenarkan.

Sebagian sumber menyebut bau itu adalah bangkai hewan yang sudah mati dan dibiarkan. Foto: Rian Husni

Tahun ini (2019), kecelakaan lalulintas (Lakalantas) beberapa kali terjadi di Jalan Ngade. Lakalantas pernah terjadi pada tanggal 5 Mei lalu dan menelan korban luka-luka yang segera dirawat ke Rumah Sakit Chasan Boesori Ternate (Zonamalut.com, 5/5/2019).

Tragedi terpapar bau bangkai di Tikungan Ngade rupanya bukan cuma dialami oleh Burhan dan kebanyakan pengendara (motor dan mobil) di Kota Ternate.

Di Kantin Texas, saat diwawancaari lpmmantra.com, Auliya dan Dela juga mengaku pernah terpapar bau bangkai saat melewati tempat tersebut.

“Hampir setiap pekan bau itu selalu muncul” ujar Dela, mahasiswa Sastra Inggris Unkhair. Auliya membenarkan.

Mendengar kabar tentang kecelakaan yang kerap terjadi di jalan itu, Dela bahkan mengatakan hal itu menjadi alasan munculnya bau bangkai di Tikungan Ngade.

“Mungkin karena sering terjadi kecelakaan, sehingga bau itu tidak pernah hilang” ungkap mahasiswa asal Ternate tersebut.

Bau itu seperti membentuk sebuah garis yang melintangi ruas jalan. Mempapar siapa saja yang sedang lewat. Setiap khayalan dan pikiran orang saat mengemudi kendaraannya, akan disibukkan dengan bau tak sedap itu.


Liputan: Rian Husni


Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *