Press "Enter" to skip to content

Pandemi, Kampus di Malut Diminta Ringankan Biaya Kuliah

Pandemi global covid-19 atau korona yang berdampak pada sektor ekonomi menyulut perhatian sejumlah Presiden Mahasiswa di berbagai kampus di Maluku Utara terkait peringanan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.

Desakan ini disampaikan sejumlah Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) itu melalui diskusi virtual bertajuk “Dampak Covid-19 Terhadap Pendidikan dan Ekonomi Mahasiswa”.

Diskusi berdurasi sekitar 60 menit ini dilaksanakan oleh PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia) Dewan Kota Ternate, Selasa 19 Mei 2020, dimulai pukul 21.00 Wit. (malam).

“Covid-19 membatasi pergerakan ekonomi sehingga harus ada kesepakatan bersama mendesak kampus dan negara untuk memudahkan mahasiswa membayar UKT” papar Zulfami F. Tuwow, Ketua Bem Universitas Khairun (Unkhair) dalam diskusi itu.

Fahmi (sapaan) juga mengatakan kendala pembayaran biaya kuliah memang sangat berpengaruh, “Belum ada covid saja so (sudah) ada kendala, apalagi so ada” ujarnya. Di waktu dekat, kata Fahmi, pihaknya akan menemui Rektor Unkhair untuk membicarakan masalah tersebut.

Perlu diketahui, opsi peringanan biaya kuliah itu misalnya pembebasan UKT sementara, pengurangan pergeseran klaster, pembayaran berangsur (cicilan), hingga adanya penundaan pembayaran.

Hal ini dinyatakan oleh Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia, Jamal Wiwoho, seperti dikutip di cnnindonesia.com.

“Prosedur mahasiswa yang akan mengajukan [keringan tersebut] diajukan kepada dekan [fakultas]. Dan dekan akan mengusulkan kepada rektor. Rektor sudah mempunyai keputusan soal ini. Jadi prosedurnya itu diajukan oleh mahasiswa,” tuturnya melalui konferensi video, Selasa (5/5).

Selain meminta diringankannya biaya kuliah, mahasiswa juga mengeluhkan adanya penerapan kuliah daring (online) yang juga menguras kantong mereka. Hal ini diutarakan oleh Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN Ternate) Subhan Hi. Ali Dodegu.

“Padahal kami di IAIN tidak menggunakan fasilitas kampus selama kuliah online” ujarnya. Ia mengatakan kampus seharusnya memberikan fasilitas yang layak bagi mahasiswa di masa pandemi.

Diskusi yang juga dinarasumberi Alvira Nurul Hizrawati Ketua Bem Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Ternate.

Menurut Alvira, peringanan biaya kuliah mahasiswa yang dimaksud harus ditopang dengan payung hukum, “Pemerintah dan pendidikan tinggi tidak dapat berbuat apa-apa tanpa payung hukum” jelasnya.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *