Press "Enter" to skip to content

Pemburu Malalugis di Perairan Halmahera Barat

Para nelayan Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, tampak telah pulang menjaring ikan, pagi itu, Selasa (23/2). Mereka mendapatkan hasil yang cukup banyak. Berbagai jenis ikan itu disusun rapi di selasar pelabuhan.

Merasa penasaran dengan cara tangkap dan hasil yang mereka dapat, saya lantas berbincang dengan Pak Safii, seorang nelayan yang kini berusia 35 tahun, di rumahnya. Menurut Safii, nelayan Desa Saria mempunyai panghasilan yang cukup melimpah pada setiap musim.

Sejumlah nelayan Desa Saria saat turunkan ikan hasil tangkap di Pelabuhan Desa. Foto: Fadli Kayoa/mantra (23/2/21).

Nelayan Desa Saria memperoleh ikan sebanyak empat ton dalam setiap musim. Masa perburuan itu, dimulai sejak bulan Maret sampai Juni, “kadang sampai bulan Desember, tergantung cuaca dan kondisi laut” kata Safii, menerangkan.

Awal bulan Maret menjadi hari-hari yang beruntung, pasalnya, hasil yang mereka dapatkan juga begitu melimpah. Safii katakan itu merupakan musim di mana ikan-ikan mudah ditangkap (dijaring).

Mereka memburu berbagai jenis hasil tangkap, mulai dari ikan malalugis (surihi: sebutan warga lokal) hingga ikan cakalang atau jenis ikan tongkol yang paling banyak diminati masyarakat di Maluku Utara.

Dalam satu musim, penghasilan Safii dan nelayan lainnya rata-rata mencapai 100 juta. Kendati demikian, Safii tidak memungkiri bahwa cuaca buruk sangat lazim menjadi hambatan kebanyakan nelayan, termasuk dirinya.

Safii mengaku bahwa ia telah menjadi nelayan selama 25 tahun. Profesi tersebut ia tekuni sejak berusia 15 tahun. Kini, ia telah menyekolahkan tiga anaknya dengan pendapatan sebagai nelayan pajeko (jaring).

“Namun hasil kami juga tergantung cuaca. Kalau laut tenang, biasa penghasilan meningkat. Semuanya tergantung rezeki yang ditentukan Tuhan” ujar lelaki yang memiliki tiga anak itu.

Mengenal Ikan Malalugis dan Cakalan

Ikan malalugis (decapterus macarellus) dan ikan cakalang (katsuwonus pelamis) merupakan jenis ikan yang sering diminati banyak orang, terutama di Maluku Utara. Banyaknya peminat membuat permintaan pasokan ikan terus meningkat di pasaran. Kedua jenis ikan ini juga memiliki kandungan protein yang tinggi.

Sebuah artikel berujudul Manfaat Ikan Cakalang untuk Kesehatan Tubuh mengungkapkan bahwa Ikan cakalang memiliki kandungan omega 3 yang sangat tinggi. Omega 3 ini merupakan lemak esensial yang mampu mendukung daya ingat otak.

Disebutkan juga, mengonsumsi ikan cakalang dapat meningkatkan daya ingat otak dengan menstimulasi kerjanya melalui kandungan omega 3. Syaraf-syaraf yang dinutrisi dengan omega 3 akan berfungsi dengan baik dan penyimpanan memori ingatan pun dapat berjalan dengan lebih baik.

Sementara itu, ikan malalugis juga memiliki segudang manfaat yang dapat diperoleh saat menyantapnya. Mengonsumsi malalugis bisa menormalkan tekanan darah, menurunkan risiko terjadinya penyakit stroke dan masih banyak lagi manfaat dari kedua jenis ikan tersebut.

Dipasarkan Hingga ke Kota

Kepala Desa Saria, Adam Adnan, menuturkan bahwa aktivitas nelayang di daerahnya memang sudah lama berlangsung. Sejak dulu, kata Adam, mata pencaharian tersebut telah menjadi sumber ekonomi yang menghidupi kebutuhan masyarakat.

Potret perahu (pajeko) nelayan Desa Saria saat hendak pergi memburu ikan. Foto: Fadli Kayoa/mantra (23/3/21).

Desa ini memiliki jumlah penduduk sekitar 897 jiwa. Adam juga merinci jumlah perahu nelayan (pajeko) yang terus bertambah setiap tahun. Hingga kini, terdapat 16 buah perahu pajeko para nelayan yang siap mendistribusi kebutuhan ikan di berbagai daerah.

“Pemasaran ikan hasil nelayan biasanya dibadrol tengkulak dengan harga per bokor 850, kemudian dijual di beberapa wilayah yang ada di Maluku Utara” kata Adam. Ia juga memperkirakan bahwa penghasilan seluruh nelayan pajeko berkisar 100 juta rupiah setiap tahun.

Tak hanya di Halmahera Barat, hasil tangkapan Safii dan rekan-rekan nelayannya juga dipasarkan ke sejumlah kabupaten seperti di Tobelo, Halmahera Utara, hingga ke Kota Ternate serta tempat lainnya.

Mendengar apa yang disampaikan oleh Pak Safii dan Pak Kades, tentu membuat saya merasa kagum. Bahwa Maluku Utara, dengan segala kekayaan maritimnya, menjadi pusat penting bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat. Benar saja, di beberapa kesempatan, saya juga kerap mendengar bahwa provinsi tersebut pantas menjadi lumbung ikan nasional.

Tak mengheran jika Maluku Utara, merupakan provinsi yang dianugerahi ragam jenis mata pencaharian laut. Bentang laut yang lebih luas dibanding daratan, hingga bertaburnya gugusan pulau-pulau indah, tentu jadi alasan mengapa laut kerap menjadi penyangga utama penghidupan masyarakat.

____
Liputan: Fadli Kayoa
Penyunting: Rian Husni

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *