Platform Jurnalisme Aman untuk Keamanan Persma

LPMMantra– Penguatan keamanan dan perlindungan terhadap pers mahasiswa,  Konsorsium Jurnalisme Aman (Yayasan Tifa, HRWG dan PPMN) menggelar Term of Reference FGD tantangan Pers Mahasiswa di wilayah Tengah- Timur Indonesia dan Sosialisasi Platform Jurnalisme Aman. Kegiatan ini berlangsung Makassar, 11 November 2025.

Kegiatan yang  dihadiri 10 perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari lima daerah yakni Makassar, Gorontalo, Palu dan Ternate ini, membahas permasalahan yang dihadapi Persma, dan merumuskan solusi baru LPM di masa mendatang.

Baca Juga : Akses Air Bersih dan Listrik Dibatasi, Siasat Buruk Harita Relokasi Warga Kawasi

Agenda Jurnalisme aman yang melibatkan sejumlah LPM itu, bertujuan menguatkan peran persma memetakan hambatan dan  bentuk kekerasan yang dihadapi LPM  di wilayah Tengah dan Timur Indonesia.  Persma mendapat pemahaman, keterampilan dasar keamanan fisik maupun digital melalui pengenalan platform jurnalismeaman.com. Selain itu, agenda Jurnalisme aman  yang berlangsung di Makassar ini, juga memperkuat jaringan solidaritas antar persma, organisasi pers profesional, lembaga advokasi, dan pihak kampus. Tak hanya itu Sosialisasi Platform Jurnalisme Aman pun–menghasilkan usulan strategi perlindungan pers mahasiswa.

FGD yang dilaksanakan  Konsorsium JA (Yayasan Tifa, HRWG dan PPMN) itu, mampu mendorong persma  memahami tantangan yang ada, maupun dapat  memanfaatkan Jurnalisme Aman sebagai alat strategis memperkuat kebebasan pers di lingkungan kampus. Kegiatan FGD ini membuahkan hasil positif, terutama  terhubungnya website LPM  dengan situs www.jurnalismeaman.com, dan sebagai bagian dari komintemen junalisme aman mendukung kemanan persma.

Pelaksana kegiatan FGD dan Sosialisasi Jurnalisme Aman Arifa mengatakan,  dengan terhubungnya website jurnalisme aman pada situs berita LPM, diharapkan  bisa menjadi media pembelajaran bagi  lapisan masyarakat dan mahasiswa di lingkungan kampus.

Baca Juga : PPMI Nilai Gugatan Amran Sulaiman Cederai Kebebasan Pers

“Kami berharap website jurnalisme aman dapat dimanfaatkan sebagai knowledge center untuk semua kalangan termasuk mahasiswa. Melalui pemaparan kami ingin menegaskan bahwa tiap individu memiliki hak yang setara dalam konteks kebebasan berekspresi dan berpendapat,” tutur Arifa saat dihubungi Mantra, Sabtu (15/11/2025).

Ia menambahkan kegiatan FGD dan Sosialisasi Platform Jurnalisme Aman  bukan hanya terbatas pada mahasiswa, melainkan juga melibatkan lembaga sipil dan masyarakat. Hal tersebut untuk memperkuat bibit jurnalis yang merupakan tonggak demokrasi.

“Besar harapan kami agenda ini juga sebagai bentuk solidaritas, bukan hanya mahasiswa tetapi juga lembaga sipil masyarakat, guna  memperkuat bibit jurnalis muda  Indonesia,” tutupnya.

Untuk dikatehui, LPM Mantra telah terhubung dengan situs Jurnalisme Aman yang dapat diakses lewat website lpmmantra.com. Terhubungnya situs  Jurnalisme Aman di website LPM bagian dari  mempermudah jurnalis  mendapatkan akses perlindungan dari Jurnalisme Aman saat mendapatkan represi.

 


Penulis : Apdoni Tukang

Editor   : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *