Press "Enter" to skip to content

Roh Dajjal Sudah Ada Sebelum Jasadnya

Menurut agamaku dan agamamu, kita semua percaya bahwa di kala akhir zaman nanti, akan muncul sosok bernama, Dajjal. Entah pria atau wanita, dia manusia ataukah iblis, yang pastinya dia sangat hebat.

Saking hebatnya, dia bisa membunuh, bisa menghidupkan, bisa membuat orang lapar dan membuat orang kenyang. Setelah Dajjal datang, entah dari tembok ratapan sisa gerbang masa Sulaiman di Yarussalem, ataukah dari segi tiga permuda dan apakah dia muncul dari dasar laut Palung Maryana di pasifik?

Dajjal hanya memberi kita pilihan: mengikutinya, atau mengikuti apa yang kita yakini. Dan Dajjal mungkin saja memberi keputusan lalu menghakiminya. Yang baik semakin jahat, yang jahat semakin menjadi-jadi jahatnya. Kejahatanya merampas orang-orang yang beriman, orang-orang yang sangat baik, orang-orang yang tak berdosa, dan mungkin mencedrai ciptaan Tuhan. Dan begitulah, orang-orang yang banyak selamat hanyalah pengikut Dajjal.

Dengan tindakan yang sekejam itulah, mungkin membuat Tuhan-ku dan Tuhan-mu marah. Sehingga dia mengirim orang-orang pilihannya untuk menghukum Dajjal lewat kekuasaannya. Seperti ketika Musa menentang Fir’aun Mesir, Ramses II, dan seperti Ibrahim menentang Namrud yang agung. 

Itu adalah masa-masa yang lalu. Namun di akhir Zaman, Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s akan menentang Dajjal dan menghakiminya dengan jalan Tuhan.

Benar adanya, bahwa Dajjal, belumlah datang, tapi kekejamannya dan pengikutnya sudah ada sejak dahulu. Sebab sifat Dajjal, bisa menghidupkan orang dan bisa membunuh orang, bisa membuat orang lapar bisa buat orang kenyang, bisa buat orang kaya bisa buat orang miskin, tergantung siapa yang meyakininya dan mengikuti pilihanya.

Ia bisa membela yang mengikutinya dan dia bisa memberi hukuman bagi yang melawannya. Ia bukan wanita ia bukan pria. Tapi Dajjal, adalah sebuat sifat yang kejam, sifat yang rakus, yang haus, yang menindas, tak peduli Islam, Kristiani, Yahudi dll. Dia bisa mematikan manusi dengan cara merampas tanah, air, dan sumber daya alam, ia bisa menghidupkan orang bagi yang mau merampas barang dari sesamanya.

Dia menjadikan Israel sebagai pusat kekacauannya hingga tak ada kedamaian di dunia ini, ia mau menguasi Segitiga Permuda sebagai keutuhan modalnya dan pasifik sebagai pertahananya.

Sementara kita menunggu sang wahyu yang datang untuk menghukum sifat yang sangat kejam itu, karena mungkin kita tak berdaya.

Namun mengapa para Nabi kita dahulu bisa menang? mukin karena izin Tuhan , tapi Tuhan sudah berkata, “saya tidak merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itulah yang mengubah nasibnya sendiri”.

Hal itulah yang membuat para Nabi kita dan kaumnya menang, karena Tuhan sudah memberi kita kaki, tangan, jasad yang utuh, pikiran yang sehat, terisi nyawa yang suci, udarah yang sehat dan alam sebagai tempat mempertahankan hidup kita sebelum mati.

Jadi tak usah ada kata ragu terhadap diri untuk menentang, karena Nabi kita suda menunjukkan cara melawan sebelum kita, dan sesudah kita pasti ada yang hebat lagi dari kita, sebagaimana yang Tuhan janjikan kelak di akhir Zaman nanti.

Sekilas mengarang mimpi demi kedamaian.

Oleh: Masri Buamona, Mahasiswa Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Unkhair Ternate

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *