Press "Enter" to skip to content

Semangat Mahasiswa Ternate Refleksikan Sumpah Pemuda

HARI Sumpah Pemuda direfleksikan sebagai upaya perlawanan terhadap ketikadilan yang terjadi di Indonesia. Unjuk rasa pun digaungkan mahasiswa sebagai bentuk protes.

Tak hanya di kota lain, Ternate juga menjadi titik refleksi hari bersejarah tersebut. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di bawa bendera organisasinya masing-masin, turun membanjiri jalan utama kota ini.

Di antara banyaknya mahasiswa itu, ada Aliansi Sentral Gerakan Rakyat (Segera) Kota Ternate yang terhimpun dari berbagai organisasi mahasiswa.

Foto: Rifal/mantra

Selain memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan unjuk rasa, mereka juga mengampanyekan bahaya Omnibus Law (UU Cipta Kerja–kontroversi) yang sudah berusia satu tahun, pada Kamis tadi (28/10), di Kantor Wali Kota Ternate.

Aksi ini digelar pukul 09.00 WIT dengan titik kumpul Depan Kesultan Ternate atau Dodoko Ali, Jl. Tapak Raya 1, Kota Ternate, Maluku Utara.  Kemudian berlanjut di Jatiland Mall, Jl. Pahlawan Revolusi, Gamalama, Ternate Tengah.

“Kali ini paling tidak ada sekelompok kaum muda yang seharusnya turun dan menyuarakan satu bentuk persatuan dalam menyelesaikan problem yang ada di bangsa ini,” kata Isnain, Koordinator Front Segera.

Dia mengatakan aksi tersebut bertujuan menyampaikan kepada masyarakat  bahwa kebijakan rezim pemerintahan saat ini memberikan dampak buruk.

Foto: RIfal/mantra

Itu karena, kata Isnain, adanya pengesahan undang-undang Omnibus Law yang hadir untuk merampas ruang hidup masyarakat Indonesia–khusunya di Maluku Utara.

Sentral Gerakan Rakyat (Segera) Kota Ternate menuntut, agar:

1. Cabut UU No. 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja

2. Stop intimidasi dan kriminalisasi Gerakan Rakyat

3. Hentikan ekspansi industri ekstraktif di Maluku Utara

4. Sahkan RUU PKS

5. Hentikan reklamasi di Maluku Utara

6. Sahkan RUU masyarakat adat

—-

Peliput: Rifal

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *