Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra Fakultas Ilmu Budaya Unversitas Khairun, adalah unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang fokus pada dunia menulis dan jurnalistik. LPM Mantra lahir dilatar belangi keinginan mahasiswa dan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra dan Budaya (Sekarang berubah menjadi FIB). Pendirian lembaga mahasiswa ini karena keresahan mahasiswa yang melihat fenomena minat literasi mahasiswa sastra.
Muncul dari keresahan ini, beberapa mahasiswa berkumpul. Mereka adalah Adlun Fikri mahasiswa Antropologi, Jamal Bobero mahasiswa Antropologi, dan Rian Hidayat Mahasiswa Sastra Indonesia duduk membicarakan masalah yang sedang terjadi di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Khairun. Dengan latar belakang kegelisahan yang sama, tiga orang ini menggagas LPM Mantra. Lembaga ini didorong sebagai media belajar sekaligus melatih kemampuan menulis mahasiswa Sastra.
Selain itu, LPM Mantra lahir sebagai media pergerakan, dengan mengandalkan tulisan sebagai alat perjuangan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Tak sebatas gagasan, Adlun Fikri, Jamal Bobero dan Rian Hidayat membawa hasil diskusi mereka kepada pimpinan Fakultas Sastra dan Budaya yaitu Drs. Fachmi Alhadar, M.Hum. Perjuangan mereka membuahkan hasil yang memuaskan, Dekan Fakultas Sastra dan Budaya mengeluarkan surat keputusan (SK) No.30/UN44.C6/KP/2017 tentang pembentukan Lembaga Pers Mahasiswa Mantra yang diterbitkan pada 8 Mei 2017. Berdasarkan surat keputusan dekan fakultas sastra, maka 8 Mei 2017 merupakan momen berdirinya LMP Mantra.
Hingga kini, LPM Mantra telah menjadi media alternatif yang memberi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk bersuara. Berita-berita yang mungkin luput dari perhatian media arus utama diangkat dengan kesungguhan. Dalam sembilan tahun terakhir Mantra membawa semangat yang sama, memberi tempat bagi suara orang biasa.
Mantra bukan sekadar UKM. Ia lahir dari keresahan mahasiswa—khususnya teman-teman BEM—melihat minimnya ruang literasi dan perlunya kanal kritis di kampus. Sebagai lembaga pers, Mantra tidak selalu sejalan dengan kebijakan kampus, dan itu justru menunjukkan independensi yang dijaga sejak awal. Dari tahun ke tahun lembaga ini melahirkan kader-kader muda yang kelak terjun ke dunia jurnalistik maupun advokasi.