Press "Enter" to skip to content

Titik Balik Kesadaran Kader HMI Unindra

Wabah Covid-19 yang bergerak masif menghantam bangsa Indonesia sejak satu bulan berjalan membuat phobia massal di tengah- tengah masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, ketika menohok media massa, seluruh isi pemberitaannya tentang laju peningkatan orang terpapar virus corona bahkan melahapnya (meninggal) dengan perlahan, dan sedikit yang sembuh.

Situasi ganas ini, sampai-sampai menurunkan imunitas bangsa, gegara menjaga masyarakat agar imunitas tubuhnya tidak mudah terpapar pendemi Covid-19. Dengan kebijakan Social Distancing, oleh pemerintah membuat banyak tagar yang berseliweran di media sosial mulai dari di rumah aja, Lockdown, work from home, physical distancing, sampai merayapnya pesan dukungan moral kepada tenaga medis yang berjuang melawan Coronavirus di instastory, whatssap status, dan facebook stories. Dimaksud memberi wejangan pada masyarakat untuk tidak berkontribusi menularkan Covid-19 serta berharap negara serius menemukan jalan kaluar di balik serangan covid-19 yang mengepung Indonesia.

Belum lagi pulih dari perihnya Covid-19 yang menewaskan banyak manusia, tiba-tiba kader HMI se-antero Indonesia dikejutkan dengan berita tentang beberapa orang anggota HMI komisariat Fakultas Teknik Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FTMIPA) Universitas Indraprasta PGRI Jakarta yang terpapar virus mental “Bigotry”. Adapun istilah bigotry sendiri merujuk kepada sekelompok orang yang mendasari pemikiran bahwa siapa pun yang berseberangan argumen dengan mereka adalah orang atau kelompok yang salah dan bahkan berakibat agresif.

Aksi tangan yang dilayangkan ke bibir Rizki Muazam (seorang anggota lembaga Pers mahasiswa (LPM) Progres Unindra PGRI Jakarta) merupakan penyakit bigotry yang mewujud dalam sentimen Counter Arguments. Mula-mula argumen ditayangkan lewat konferensi pers oleh anggota HMI komisariat FTMIPA yang berisi sikap mendukung OMNIBUSLAW, Opponent argumets pun muncul dari jari-jari tangan Rizki Muazam yang terketik jelas lewat opini berjudul “Sesat Pikir Kanda HMI dalam Menyikapi Omnibus Lawtulisan pewarta kampus itu, mungkin mewakili semarak gerakan yang digelorakan kebanyakan mahasiswa dari Sabang sampai Merauke.

Selang sehari setelah diterbitkanya opini tersebut, tepatnya tanggal 22 maret 2020 di Warung Jempol sekitar pukul 19.20 WIB, Rizki pun langsung dipukuli dari belakang dan mengenai bagian telinganya. Setelah itu, disusul pukulan kedua kalinya, mengenai bagian muka yang menghasilkan luka sobek dan berdarah di bibir (dilansir pada Tirto.id).

Duel ide, pewarta kampus Rizki kepada anggota HMI komisariat FTMIPA Unindra Setidaknya telah termaktub dalam negara demokrasi yang menegaskan perbedaan pikiran menjadi sesuatu yang prinsipil. Akan tetapi, pertunjukan dari anggota HMI FTMIPA Unindra telah membunuh proyek termahsyur ‘’demokrasi deliberatif’’ yang genjar dikampanyekan seorang filsuf berkelahiran Dusseldorf, Jerman, dari mahzab kritis yang saat ini telah berusia 90 tahun. Jurgen Habermas yang berpandangan, dalam iklim demokrasi harus tumbuh subur ruang dialog pikiran bukan pukulan.

Artinya, produk Rancangan Undang-Undang Omnibus Law yang didebatkan oleh pewarta kampus Rizki lewat opininya, harus berlangsung sebagai debat sosial yang rasional kepada para anggota HMI FTMIPA untuk membongkar nada-nada hegemonik negara dan melihat secara tajam keberpihakan negara yang bisa memastikan loncatan masif pendapatan ekonomi negara. Hasil debat sosial itu akan memunculkan keberpihakan politik yang menghasilkan kualitas keadilan yang menjama Grassroot, dan bukan lagi debat irasional yang ditenggarai dengan penyakit Bigotry.

Untuk melenyapkan virus Bigotry yang menjangkiti anggota HMI FTMIPA Unindara tidak lain dan tidak bukan dengan Kesadaran menumbuhkan argumen sebagai “vaksin” yang ampuh. Sekelas kader HMI tidak harus krisis teks, karena itu telah melumpuhkan memori kolektif publik yang mengenal HMI sebagai organisasi yang mendasari peradabannya dengan Teks. Bukti dari itu, kita bisa membalikkan jarum jam pada dekade awal 1970-an, masa-masa eksisnya Cak Nur (Nurcholis Madjid) di belantara panggung intelektual islam Indonesia.

Ketika itu, Cak Nur mempublis ide pembaharuannya pertama kali di majalah Arena dan kemudian mempertegas idenya lewat ceramah ‘’Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat’’ di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pemikiran Cak Nur itu, mengambil titik simpul atas retrospeksi dan respon intelektual terhadap kondisi sosio-politik umat Islam yang berada pada posisi periferal. Tak pelak, gagasan pembaruan Cak Nur mendapat kritik tajam dari sejumlah tokoh intelektual Islam Indonesia.

Tercatat, tak kurang dari seratus tulisan pada tahun 1970-an yang terbit menyusul gagasan-gagasan kontroversialnya melalui surat kabar Abadi, Kompas, Mercu Suar, Indonesia Raya, majalah Panji Masyarakat, Angkatan Baru, Mimbar Demokrasi, Forum, Tempo, dan lain-lain. termasuk Ahmad Wahib (1981), juga melontarkan kritikan tentang kerancuan gagasan Cak Nur yang simplistik itu. Dalam buku “Catatan Harian Ahmad Wahib’’ dan juga Rasjidi yang secara khusus menyusun bantahan-bantahannya terhadap beberapa pemikiran Cak Nur dalam sebuah buku bertajuk Koreksi Terhadap Drs. Nurcholis Madjid tentang Sekularisasi.

Yakin sungguh, aras pemikiran Cak Nur dan biografinya sudah menjadi teks abadi yang mengitari anggota HMI FTMIPA Unindra. Tapi entah kenapa, tidak menjadi episentrum daya kritis dan contoh teladan Sadam (Ketua Komisariat) dan anggotanya untuk mengikuti gaya debat Cak Nur yang menentang gerilya ide yang datang dari pihak luar maupun dalam. Sikap mendukung Omnibus Law oleh HMI FTMIPA Unindra harus diproyeksikan sebagai proyek gagasan, dengan kemampuan dalil yang berkecukupan.

Misalnya, telah dipelajari naskah akademiknya, melakukan telaah kritis dengan melibatkan stekholder yang kompeten. Sehingga, menyatakan mendukung RUU Omnibus Law digandrungi dengan perspektif yang kuat. Dan bisa jadi, HMI FTMIPA Unindra berpotensi meng-impuls mimbar bebas gagasan mahasiswa tentang Omnibus Law. Dari cara ini, sangat elegant, Sadam dan kawan-kawannya (HMI FTMIPA Unindra), akan dinisbahkan sebagai kelompok inisiator intonasi pesaing yang kuat di tengah-tengah membludaknya gerakan penolakan terhadap Omnibus Law.

Berharap ada titik balik kesadaran Kader HMI Unindra, seperti halnya, peradaban islam yang selalu ada titik balik peradabannya. Dilukiskan dengan lugas oleh Supriadi dalam Buku “Renaisans Islam” ketika Dinasti Umayyah jatuh ke tangan dinasti Abbasiyah, terjadi rekonstruksi besar-besaran yang ditandai kebangkitan berpikir dan keseriusan dalam mendalam berbagai ilmu pengetahuan digalakkan dalam masyarakat Islam Baqdad dan separuh bumi dengan kajian-kajian ilmiah, serta gerakan penerjemah buku-buku ilmu pengetahuan. Dengan semangat itu, bermunculan perpustakaan dan tokoh-tokoh buku. Muncul pula sederet nama-nama filsuf muslim seperti Ibn Sina, Al-Biruni, Al-Razi, Al-Kindi dan lainnya.

Titik balik peradaban pun disokong oleh dinasti Umayyah yang melakukan eksodus dari dataran Arab ke Andalusia. Sebelumnya kekuasaan dinasti Umayyah hanya menegaskan posisi Imperium Islam sebagai Negara yang kuat militer, ekonomi dan melanggengkan politik oligarki dan monarki belum pada keilmuan. Kesadaran kelompok Umayyah untuk bersaing dengan ilmu, barulah di Andalusia muncullah pemikir-pemikir seperti Ibn Rush, Al-gazali, Ibn Khaldun dan lainnya, tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam bidang ilmu pengetahuan dan politik Andalusia dan menjadi gerbang pencerahan bagi kebangkitan Eropa selanjutnya.

Spirit peradaban islam ini, harus dihayati oleh anggota HMI FTMIP Unindra untuk bangkit dari keterpurukan peristiwa tidak terpuji tersebut, dan bergerak maju memposisikan Komisariat FTMIPA Unindra sebagai lumbung intelektual yang memproduksi manusia-manusia kritis yang mungkin akan sekaliber Cak Nur, Ahmad Wahib, Kuntowijoyo dan lainnya.


Penulis: Faizal Ikbal

Fungsionaris Badan Kordinasi Nasional Lembaga Pers Mahasiswa Islam (BAKORNAS LAPMI) PB HMI


One Comment

  1. Eric Jones Eric Jones April 18, 2020

    Hey there, I just found your site, quick question…

    My name’s Eric, I found lpmmantra.com after doing a quick search – you showed up near the top of the rankings, so whatever you’re doing for SEO, looks like it’s working well.

    So here’s my question – what happens AFTER someone lands on your site? Anything?

    Research tells us at least 70% of the people who find your site, after a quick once-over, they disappear… forever.

    That means that all the work and effort you put into getting them to show up, goes down the tubes.

    Why would you want all that good work – and the great site you’ve built – go to waste?

    Because the odds are they’ll just skip over calling or even grabbing their phone, leaving you high and dry.

    But here’s a thought… what if you could make it super-simple for someone to raise their hand, say, “okay, let’s talk” without requiring them to even pull their cell phone from their pocket?

    You can – thanks to revolutionary new software that can literally make that first call happen NOW.

    Talk With Web Visitor is a software widget that sits on your site, ready and waiting to capture any visitor’s Name, Email address and Phone Number. It lets you know IMMEDIATELY – so that you can talk to that lead while they’re still there at your site.

    You know, strike when the iron’s hot!

    CLICK HERE http://www.talkwithwebvisitor.com to try out a Live Demo with Talk With Web Visitor now to see exactly how it works.

    When targeting leads, you HAVE to act fast – the difference between contacting someone within 5 minutes versus 30 minutes later is huge – like 100 times better!

    That’s why you should check out our new SMS Text With Lead feature as well… once you’ve captured the phone number of the website visitor, you can automatically kick off a text message (SMS) conversation with them.

    Imagine how powerful this could be – even if they don’t take you up on your offer immediately, you can stay in touch with them using text messages to make new offers, provide links to great content, and build your credibility.

    Just this alone could be a game changer to make your website even more effective.

    Strike when the iron’s hot!

    CLICK HERE http://www.talkwithwebvisitor.com to learn more about everything Talk With Web Visitor can do for your business – you’ll be amazed.

    Thanks and keep up the great work!

    Eric
    PS: Talk With Web Visitor offers a FREE 14 days trial – you could be converting up to 100x more leads immediately!
    It even includes International Long Distance Calling.
    Stop wasting money chasing eyeballs that don’t turn into paying customers.
    CLICK HERE http://www.talkwithwebvisitor.com to try Talk With Web Visitor now.

    If you’d like to unsubscribe click here http://talkwithwebvisitor.com/unsubscribe.aspx?d=lpmmantra.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *