Kondisi Atap Gedung PKM UKM Unkhair yang Telah Ambruk

LPM Mantra- Gedung Pusat Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Khairun (Unkhair) mengalami kerusakan parah. Gedung dua lantai yang digunakan mahasiswa sebagai sekretariat bersama organisasi kemahasiswaan tersebut disebut tidak mendapat pemeliharaan dari pihak kampus selama lima tahun terakhir.

Sejumlah fasilitas di dalam gedung tampak rusak. Plafon sebagian ruangan telah ambruk. Kondisi toilet juga memprihatinkan karena dipenuhi sampah dan tidak tersedia air bersih. Tak hanya bagian dalam, kondisi di luar gedung pun tak jauh berbeda. Ilalang tumbuh di sejumlah bagian halaman hingga menjalar ke dinding gedung.

Tampak Depan Gedung PKM Unkhair

Salah satu pengurus UKM yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi fasilitas gedung bersama PKM Unkhair telah rusak sejak lama. Namun, pihak kampus dinilai belum melakukan pemeliharaan maupun upaya perbaikan secara serius.

“Selama ini tak ada satu pun pihak kampus yang datang untuk melihat kondisi gedung ini, meski fasilitasnya memprihatinkan,” ujarnya kepada Mantra, Rabu (2/9/2026).

Mahasiswa Unkhair tersebut menuturkan, selama ini kampus menuntut mahasiswa untuk berprestasi dan membawa nama baik institusi dalam berbagai kegiatan. Namun, di sisi lain, pemeliharaan fasilitas yang menjadi penunjang aktivitas organisasi kemahasiswaan dinilai masih minim.

“Kita ini dituntut bawa nama baik kampus dalam berbagai kegiatan. Tapi kenyataannya ada fasilitas kampus yang tidak diperhatikan secara serius. Kalau fasilitas kampus negeri saja begini, bagaimana mahasiswa mau berkembang,” tegasnya.

Kondisi Atap Bagian Halaman Depan Gedung

Selain itu, Ketua Umum UKM RISER-G, Rifai Umaternate, menilai kondisi Gedung PKM sudah tidak layak digunakan sebagai ruang berkumpul dan menjalankan aktivitas organisasi mahasiswa. Menurutnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada bagian plafon, tetapi juga merambah atap dan instalasi listrik gedung.

“Bukan hanya itu, atap gedung juga sudah bocor. Instalasi listrik pun boleh dikatakan sudah tidak layak digunakan. Kemarin, dari setiap UKM sudah mencoba menyampaikan persoalan ini dan bersuara terkait kondisi gedung,” tegas Rifai saat dihubungi Mantra, Rabu (2/9/2026).

Ketum yang sering dipanggil Fai juga mengatakan, penyampaian keluhan dari sejumlah UKM tersebut hingga kini belum mendapat tindak lanjut berupa perbaikan dari pihak universitas. Kondisi itu, menurutnya, semakin menyulitkan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas organisasi di Gedung PKM.

Ia berharap pihak rektorat segera mengambil langkah untuk membenahi fasilitas gedung kemahasiswaan


Penulis: Mantra

Editor: Redaksi