Kampus

Perkuat Literasi, KKN Takome Gelar Lomba Pengembangan Bakat Anak

LPM Mantra – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Takome, Universitas Khairun menggelar lomba puisi berbahasa Ternate dan lomba mewarnai di Kantor Lurah Takome, Kecamatan Ternate Barat pada 20–21 Juli 2026.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi, mengasah kreativitas, dan mengembangkan potensi anak sejak usia dini.

Lomba puisi diikuti siswa SD/sederajat, sedangkan lomba mewarnai diikuti anak-anak TK dan PAUD.

Sebanyak 14 peserta mengikuti perlombaan, sementara lebih dari 30 anak telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan literasi sejak program dimulai.

Pembukaan kegiatan lomba oleh panitia KKN Takome berlangsung di Fala Madoto. Foto: KKN Takome

Koordinator Lapangan KKN Takome Akbar Tidore, mengatakan literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan potensinya.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi bagaimana anak-anak mampu mengembangkan potensinya melalui wadah yang kami sediakan,” kata Akbar.

Akbar menilai kegiatan tersebut mulai membangun budaya produktif di kalangan anak-anak. Minat membaca, rasa ingin tahu, dan keberanian mereka untuk menunjukkan kemampuan juga mulai meningkat.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah kelurahan dan pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap pengembangan generasi muda. Menurutnya, budaya produktif harus terus dibangun, tidak hanya saat pelaksanaan KKN.

Lurah Takome Udin Mudafar, S.H., menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kegiatan literasi yang digagas mahasiswa sejalan dengan program pengembangan perpustakaan sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Kota Ternate.

Udin mengatakan kehadiran mahasiswa memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan budaya membaca di kalangan anak-anak dan remaja. Program tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa sebagai motivator sangat dibutuhkan. Literasi merupakan tanggung jawab moral bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan,” kata Udin.

Meski demikian, Udin mengakui partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan. Ia menegaskan pemerintah kelurahan akan terus mendorong keterlibatan warga agar kegiatan serupa dapat berlangsung lebih optimal.


Penulis: Agung

Editor: Redaksi

Recent Posts

Gedung PKM UKM Unkhair Tak Terurus

LPMMantra- Gedung Pusat Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Khairun (Unkhair) mengalami kerusakan parah. Gedung dua lantai…

4 hari ago

FIB Unkhair Gelar Workshop Jurnalistik

Lpmmantra— Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Workshop Jurnalistik Media Kemahasiswaan. Kegiatan bertajuk…

1 minggu ago

PKKMB FIB Unkhair Jadi Ruang Solidaritas untuk Masyarakat Adat

LPM Mantra- Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB…

1 bulan ago

Mahasiswa PPKn Unkhair Tolak Praktik Peloncoan dan Feodalisme di Kampus

LPM Mantra – Sejumlah mahasiswa Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas…

1 bulan ago

Warga Wairingin Lelewi Melawan Penggusuran:  Lahan Diserobot, Kebun Cengkeh Hilang

 LPM Mantra—Listrik padam malam itu di desa Waringin Lelewi, Kecamatan Kao, Halmahera Utara. Di tengah…

1 bulan ago

BEM FIB UNKHAIR Buka Posko Pengaduan Mahasiswa Baru

LPM Mantra – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (BEM FIB UNKHAIR) membuka…

2 bulan ago