LPM Mantra- Peringati hari lahir Program Studi PPKn Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) yang ke 40 tahun, HIMACH PIPS-PPKn gelar sejumlah kegiatan.
Peringatan harla bertajuk “Merajut Kebhinekaan, Wujudkan Mahasiswa Civic yang Berjiwa Nasionalis” ini berlangsung di aula Banau Kampus I Akehuda, Jumat (22/6/2026).
Harla PPKn 40 tahun tersebut dirangkaikan dengan berbagai kegiatan seremonial serta diskusi, refleksi, dan pemutaran film dokumenter Pesta Babi.
Ketua Umum HIMACH FKIP Unkhair, Akbar Tidore, mengatakan peringatan hari lahir PPKn menjadi momentum membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap situasi sosial dan politik Indonesia saat ini.
“Kegiatan ini bukan hanya sebatas seremonial hari kelahiran, melainkan langkah mendobrak pola pikir mahasiswa, terlebih khusus mahasiswa PPKn soal birokrasi hari ini yang tidak baik-baik saja,” ujarnya kepada Mantra usai pembukaan kegiatan.
Menurutnya, budaya organisasi mahasiswa harus terus dikembangkan melalui agenda-agenda produktif dan gerakan yang memiliki dampak sosial nyata.
Dalam kesempatan itu, ia juta menyoroti menurunnya budaya diskusi dan literasi di lingkungan kampus. Olehnya bagi dia, harla PPKn menjadi salah satu ruang menghidupkan kembali ruang-ruang percakapan kritis di kalangan mahasiswa.
“Besar harapan kami agenda ini bisa mengembalikan budaya literasi di kampus dan menyadarkan mahasiswa betapa bobroknya sistem pemerintahan hari ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Harla PPKn Fikram, mengatakan rangkaian harla yang rangkaikan dengan pemutaran film bertujuan membuka ruang berpikir kritis bagi mahasiswa agar tidak menelan informasi secara mentah.
“Film ini menjadi wadah pendidikan politik dan kewarganegaraan yang efektif bagi mahasiswa. Selain itu, film ini juga akan membuka mata mahasiswa bagaimana kondisi demokrasi hari ini, terutama mulai menyempitnya ruang partisipasi publik dan kebebasan berpendapat,” tuturnya.
Senada, panitia pelaksana harla PPKn Unkhair, Akbar, mengatakan dalam peringatan hari lahir tahun ini, pihaknya juga menyelenggarakan nobar film pesta babi. Nobar film tersebut itu dipilih karena memiliki keterkaitan dengan persoalan perampasan ruang hidup masyarakat adat dan konflik agraria yang terjadi di beberapa wilayah Maluku Utara.
“Film ini membicarakan perampasan ruang hidup di tanah Papua dan memiliki hubungan jelas dengan apa yang kami pelajari di kampus sebagai mahasiswa PPKn, terutama soal hukum agraria dan hukum adat,” jelasnya usai nobar.
Ia mengakui bahwa agenda pemutaran film sempat mendapat respons penolakan dari pihak kampus. Namun, panitia tetap menjalankan kegiatan tersebut karena menganggap diskusi film sebagai bagian dari proses pendidikan kritis mahasiswa.
“Soal respons larangan memang ada dari pihak kampus yang melakukan segala cara agar tidak ada nobar film Pesta Babi. Tapi saya dan teman-teman berupaya menjalankan agenda itu dengan alasan yang kami anggap rasional,”tutupnya.
Penulis: Agoong
Editor: Redaksi Mantra
UKM Media-Jurnalistik
~ Ritual Bertutur Mahasiswa ~
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun
“Kebenaran tak bisa dibungkam dan Fakta adalah garis terakhir pertahanan”
LPM Mantra- Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB…
LPM Mantra – Sejumlah mahasiswa Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas…
LPM Mantra—Listrik padam malam itu di desa Waringin Lelewi, Kecamatan Kao, Halmahera Utara. Di tengah…
LPM Mantra – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Takome, Universitas Khairun menggelar lomba puisi berbahasa…
LPM Mantra – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (BEM FIB UNKHAIR) membuka…
LPM Mantra—Upaya memperkuat identitas sebagai Kampung Tua di Kota Ternate didorong melalui kegiatan sarasehan kebudayaan.…