Kampung

Sarasehan Kebudayaan Dorong Tubo Jadi Kampung Tua

LPM Mantra—Upaya memperkuat identitas sebagai Kampung Tua di Kota Ternate didorong melalui kegiatan sarasehan kebudayaan. Kegiatan bertajuk “Sejarah dan Pelestarian Kampung Adat di Tengah Akulturasi Budaya”  ini diinisiasi pemuda dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun (Unkhair) Tahap I.  

Sarasehan Kebudayaan  tersebut berlangsung Kampung Tua Tubo, Kamis (10/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Maluku Utara.

Ketua panitia, Masdar Soleman, mengatakan rangkaian kegiatan  sarasehan kebudayaan akan berlangsung selama seminggu, mulai  4 hingga 10  Juli 2026 nanti dengan berbagai rangkaian kegiatan. Selain itu, sarasehan kebudayaan yang dilangsungkan bagian dari langkah mendorong Kampung Tua Tubo menjadi salah satu pusat pelestarian budaya, sekaligus pengembangan ekonomi kreatif yang berakar pada potensi lokal.

“Harapannya kegiatan ini dapat bermanfaat memperkuat nilai identitas budaya lokal serta ikut menghidupkan Kampung Tua Tubo di tengah akulturasi budaya,” ujarnya. 

Kata dia, sarasehan yang dilangsungkan berkolaborasi dengan sejumlah pihak yakni akademisi, komunitas media, pemerintah kota Ternate dan masyarakat Kelurahan Tubo. “Semua pihak ikut berkolaborasi dalam agenda ini,” tuturnya. 

Kepala BPK Wilayah Maluku Utara, Muhammad Tang, mengatakan  kegiatan sarasehan kebudayaan Kampung Tubo bagian dari program FPK yang setiap tahun diberikan pada masyarakat melalui kelompok maupun perorangan. Kata dia,  di tahun ini sebanyak 27 penerima manfaat tersebar di berbagai daerah di Maluku Utara, dimana Kota Ternate menjadi wilayah penerima terbanyak.

Ia menjelaskan  program tersebut bertujuan mendorong pelestarian budaya berbasis masyarakat melalui pendokumentasian sejarah lokal dan tinggalan budaya yang masih dapat ditemukan di setiap daerah.

“Data sejarah dapat diperoleh dari cerita yang diwariskan secara turun-temurun, sedangkan data arkeologis dapat dilihat dari tinggalan seperti makam kuno, bangunan lama, maupun benda-benda bersejarah yang masih tersisa,” jelasnya.

Sarasehan budaya tersebut menghadirkan tokoh adat, akademisi, pemerintah daerah, komunitas, serta masyarakat untuk berdialog mengenai sejarah dan pelestarian Kampung Adat Tubo di tengah akulturasi budaya, sekaligus merumuskan strategi bersama dalam menjaga warisan budaya lokal secara berkelanjutan.


Reporter : Putri /Mantra

Editor : Agung

Recent Posts

PKM FIB Unkhair Latih Warga Gamlamo Produksi Spray Anti Nyamuk Berbahan Pala

Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema…

3 minggu ago

KKJ Maluku Utara Resmi Dideklarasikan, Perkuat Perlindungan Jurnalis dari Ancaman dan Kekerasan

LPM Mantra—Upaya memperkuat perlindungan terhadap jurnalis di Maluku Utara Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Maluku Utara…

3 minggu ago

Tamhier Terpilih Pimpin BEM FIB Unkhair

LPM Mantra - Komisi Pemilihan Fakultas (KPMF) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun sukses melaksanakan…

4 minggu ago

Mahasiswa Ternate Menggugat : Berikan Kartu Merah untuk Pemerintah

LPM Mantra – Gelombang protes mahasiswa terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto dan kondisi ekonomi nasional…

4 minggu ago

Konvergensi di Tengah Perbedaan

Belakangan ini perbedaan semakin sering diperlakukan seperti alasan untuk saling menjauh. Sedikit berbeda pandangan langsung…

2 bulan ago

Mengapa Orang Maluku Utara Menolak Tambang?

LPM Mantra_ Maluku Utara saat ini menjadi perhatian karena banyaknya usaha pertambangan yang beroperasi di…

2 bulan ago