LPM Mantra_ Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar sosialisasi Dana Indonesia Raya di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para pelaku budaya, mengenai mekanisme Dana Abadi Kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung program pemajuan kebudayaan di Indonesia.
Sosialisasi ini diikuti oleh berbagai komunitas, kelompok budaya, hingga peserta perseorangan dari Maluku Utara yang aktif bergerak dan melakukan aktivitas di bidang kebudayaan. Kehadiran para pelaku budaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman mengenai akses dan pemanfaatan Dana Indonesia Raya.
Kepala Bagian Program dan Anggaran Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Kebudayaan, Zamrud Setya Negara, mengatakan bahwa Dana Indonesia Raya hadir sebagai ruang dukungan bagi seluruh insan budaya di Indonesia, bukan hanya diperuntukkan bagi lembaga pemerintah.
Menurutnya, program tersebut merupakan milik bersama yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan kebudayaan nasional.
“Dana Indonesia Raya yang disosialisasikan hari ini merupakan program untuk seluruh masyarakat budaya Indonesia. Dana ini bukan milik Kementerian Keuangan maupun Kementerian Kebudayaan semata, tetapi milik bersama untuk mendukung kemajuan kebudayaan,” ujar Zamrud dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa program Dana Indonesia Raya terbuka bagi seluruh pelaku budaya, baik individu maupun komunitas yang aktif bergerak di bidang kebudayaan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dan pelaku budaya di Maluku Utara dapat memahami peluang pemanfaatan Dana Indonesia Raya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah maupun nasional.
Editor: Agung
UKM Media-Jurnalistik
~ Ritual Bertutur Mahasiswa ~
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun
“Kebenaran tak bisa dibungkam dan Fakta adalah garis terakhir pertahanan”
LPM Mantra - Komisi Pemilihan Fakultas (KPMF) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun sukses melaksanakan…
LPM Mantra – Gelombang protes mahasiswa terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto dan kondisi ekonomi nasional…
Belakangan ini perbedaan semakin sering diperlakukan seperti alasan untuk saling menjauh. Sedikit berbeda pandangan langsung…
LPM Mantra_ Maluku Utara saat ini menjadi perhatian karena banyaknya usaha pertambangan yang beroperasi di…
Dua hari lalu, saat hujan deras mengguyur Ternate, saya berbincang panjang dengan seorang sahabat tentang…
Terkadang rasa bingung terlintas melihat arah organisasi BEM Unkhair hari ini. Yang seharusnya menjadi pusat…