Warta

AJI Dorong Media Kawal Aksi Koalisi Save Sagea

LPMMantra—Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate mendorong media berpihak pada kepentingan publik dan mengawal aksi warga Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang menggelar aksi protes di PT Mining Abadi Indonesia (MAI). Aksi protes sejumlah warga yang tergabung dalam Koalisi Save Sagea ini akibat PT MAI diduga beroperasi tanpa Izin Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan (IPPKH), RKAB dan izin reklamasi pesisir.

Buntut perusahaan yang beroperasi secara ilegal itu, warga menggelar aksi sejak Selasa (3/2/2026) hingga Selasa (10/2/2026). Ironisnya pasca aksi ini warga justru dipanggil Polda Maluku Utara untuk mengklarifikasi aksi yang dilangsungkan. Sedikitnya 14 orang warga tergabung dalam koalisi Save Sagea dipanggil Selasa lalu.

Baca Juga : Sungai Sagea Kembali Keruh 

Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menyatakan, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap aksi yang dilakukan warga Sagea bersama koalisi Save Sagea, di PT Mining Abadi Indonesia (MAI). Menurutnya, aksi sejumlah warga itu sebagai bentuk ekspresi atas persoalan kebijakan publik yang berdampak langsung pada ruang hidup, lingkungan, serta hak masyarakat atas informasi.

“Kami memandang aksi warga Sagea merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Dalam konteks ini, media memiliki peran strategis untuk memastikan suara warga tersampaikan secara utuh, berimbang, dan tidak tereduksi kepentingan kekuasaan maupun korporasi,” tegasnya kepada Mantra melalui keterangan pers, pekan lalu.

Jurnalis Kalesang.id itu menekankan, pers harus berpihak pada kepentingan publik, khususnya dalam isu-isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Baca Juga : Tambang Cemari Teluk Buli Halmahera Timur

“Media tidak boleh sekadar menjadi corong pernyataan resmi, tetapi wajib menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengawal kebijakan publik yang berpotensi mengancam kebebasan informasi, partisipasi warga, dan hak atas lingkungan yang sehat,” tuturnya.

AJI Ternate mendorong media memberikan ruang pemberitaan yang adil dan proporsional bagi warga yang menyampaikan aspirasi. Selain itu, media harus mengedepankan prinsip jurnalisme independen, akurat, dan berimbang dan menghindari framing yang mendiskreditkan aksi warga atau mengkriminalisasi ekspresi publik.

Ia pun mendesak aparat negara kepolisian agar menghormati kerja jurnalistik dan tidak melakukan intimidasi, pembatasan liputan, maupun tindakan represif terhadap jurnalis yang meliput aksi warga. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang tidak dapat ditawar.

“Untuk itu AJI Ternate akan terus memantau serta berdiri bersama jurnalis, masyarakat sipil dan aktivis dalam memperjuangkan kebebasan pers, hak atas informasi, dan kepentingan publik,” tutupnya.


Penulis : Agung | Ketua LPM Mantra

Recent Posts

FIB Unkhair Gelar Workshop Jurnalistik

Lpmmantra— Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Workshop Jurnalistik Media Kemahasiswaan. Kegiatan bertajuk…

2 hari ago

PKKMB FIB Unkhair Jadi Ruang Solidaritas untuk Masyarakat Adat

LPM Mantra- Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB…

4 minggu ago

Mahasiswa PPKn Unkhair Tolak Praktik Peloncoan dan Feodalisme di Kampus

LPM Mantra – Sejumlah mahasiswa Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas…

4 minggu ago

Warga Wairingin Lelewi Melawan Penggusuran:  Lahan Diserobot, Kebun Cengkeh Hilang

 LPM Mantra—Listrik padam malam itu di desa Waringin Lelewi, Kecamatan Kao, Halmahera Utara. Di tengah…

1 bulan ago

Perkuat Literasi, KKN Takome Gelar Lomba Pengembangan Bakat Anak

LPM Mantra – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Takome, Universitas Khairun menggelar lomba puisi berbahasa…

1 bulan ago

BEM FIB UNKHAIR Buka Posko Pengaduan Mahasiswa Baru

LPM Mantra – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (BEM FIB UNKHAIR) membuka…

2 bulan ago