Opini

“Ngoni Pe BEM Sobagimana Itu?” Sebuah Tanya untuk BEM FIB

LPM Mantra —Saya berbagi sedikit cerita tentang fenomena yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh mahasiswa Unkhair. Masalahnya tentang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya Unkhair mengundang bupati Halmahera Tengah.

Sebagai orang yang tidak berorganisasi, sebetulnya saya tidak tertarik dengan isu-isu seperti ini. Kenapa demikian? Bagi saya tidak selamanya ilmu itu diperoleh dari organisasi.
Kita kembali pada tema sebelumya. Saat informasi masuk untuk menghadiri suatu acara, saya berpikir dulu sejenak apakah ini perlu saya ikuti. Setelah berpikir panjang, akhir saya memutuskan untuk ikut. Undangan ini dari salah satu teman saya yang sangat ektif berorganisasi. Karna ini dari teman saya, saya tidak punya alasan untuk tidak ikut.

Saya tiba di lokasi legiatan saat hari akan gelap. Di sana telah duduk teman saya dan beberapa temannya. Saya masuk dan bersalam dengan mereka, lalu duduk. Seperti biasa, datang di tempat baru langkah awal yang diambil adalah duduk, dengar, dan diam. Tiga langkah ini tiba-tiba pecah oleh sebuah pertanyaan dari orang di samping saya.

“Ngoni pe BEM sobagimana itu?” tanya singkat.

Saya hanya tersenyum tanpa memberikan penjelasan apa-apa. Mereka tertawa. Entah pertanyaan barusan adalah lelucon? ataukah sebuah sindirian? Kembali lagi, saya tidak ikut campur. Mereka berbisik-bisik, entah apa yang mereka bicarakan. Setelah bisik-bisik selesai, seorang yang ada di depan saya berkata singkat “adoh, tra jelas”. Entah apa maksudnya.

Awalnya saya tidak ambil pusing, tapi lama-lama saya kepikiran, “apa maksud mereka bertanya seperti itu? Apakah di balik frasa “BEM sobagimana itu” ada sebuah masalah yang terjadi? Saya tidak tahu. Saya tidak mau berandai-andai. Bagi saya, frasa “BEM sobagimana itu” merupakan pertanyaan publik yang harus dijawab oleh ketua BEM FIB, agar tidak timbul pertanyaan lainnya. Bagus kalau hanya pertanyaan, tapi kalau timbul kecurigaan. Silakan menjawab.

Saya menulis ini hanya sebagai informasi, bahwa publik sedang bertanya-tanya tentang kegiatan yang dilaksanakan Ketua BEM FIB Unkhair pada 12 Desember 2025.

 


Penulis: Budaya Kita Budaya Perlawanan

Editor   : Tim Redaksi

Recent Posts

Dodengo: Seni Beladiri Suku Gamkonora Halmahera Barat

LPMMantra—Dodengo merupakan seni bela diri asli Suku Gamkonora yang menampilkan pertarungan satu lawan satu menggunakan…

4 minggu ago

Lewat Sekolah Relawan, Anak Muda Sagea Perkuat Peran Jaga Lingkungan

LPM Mantra—Perkumpulan Fakawele kembali menggelar Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda…

4 minggu ago

9 Tahun Berkarya, LPM Mantra Galar Bukber Alumni

LPMMantra—Peringati hari jadi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair)…

1 bulan ago

Aksi IWD FPUD: Suara Perempuan, Suara Kelas Tertindas

LPMMantra—Dalam rangka menyongsong International Women's Day, Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) Menggelar seruan aksi di…

1 bulan ago

Eksistensi Ekuilibrium: Puisi-Puisi Wahyu Setiyawan

Akedemisi Horizon  Pemaparan luar biasa Polanya mencakar-kacar kedunguan Sang durjana tetap saja senyum dan sombong…

1 bulan ago

Devaluasi Perlawanan Dan Kegagalan Structural Kesetaraan Gender

LPMMantra—Peringatan Internasional Women’s Day (IWD) telah mengalami kedangkalan eksistensial sebagai sekadar komoditas musiman. Apa yang…

1 bulan ago