Opini

Ketika BEM FIB Unkhair Merapat ke Kekuasaan, Siapa Membela Warga Lingkar Tambang?

LPM Mantra —Sebagai mahasiswa, kita tentu berharap bahwa Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) menjadi suara kritis yang berpihak pada kepentingan publik dan lingkungan. Karena itu, keputusan Presiden BEM Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate untuk menjalin kerja sama dengan Bupati Halmahera Tengah menimbulkan banyak tanda tanya dan kekecewaan.

Di Halmahera Tengah sendiri, masyarakat telah lama menyuarakan persoalan serius terkait kerusakan ekologi, pencemaran laut, serta meningkatnya kasus kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berbagai kelompok warga dan komunitas lingkungan sudah berulang kali meminta perhatian dan transparansi pemerintah daerah, tetapi respons yang diterima justru dirasa belum memadai. Dalam situasi seperti ini, kami berharap pemimpin mahasiswa justru berdiri bersama rakyat, bukan merapat ke kekuasaan tanpa sikap kritis.

BEM seharusnya menjadi ruang moral, tempat anak muda menegaskan bahwa keberpihakan kepada masyarakat dan lingkungan tidak bisa dinegosiasikan. Ketika terjadi kerja sama dengan pihak yang tengah dikritik publik atas persoalan-persoalan ekologis, Presiden BEM perlu menyampaikan alasan yang jelas, sikap yang tegas, dan jaminan bahwa kepentingan mahasiswa serta masyarakat tidak dikorbankan.

Tanpa penjelasan yang transparan, langkah ini terlihat seperti pengabaian terhadap aspirasi warga Halmahera Tengah yang sedang menghadapi pencemaran laut, hilangnya ruang hidup, serta masalah kesehatan yang makin meningkat. Kami membutuhkan pemimpin mahasiswa yang berdiri bersama korban, bukan yang mengakomodasi kenyamanan kekuasaan.

Kritik ini bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mengingatkan, bahwa gerakan mahasiswa kehilangan maknanya ketika keberpihakan pada rakyat tergantikan oleh kedekatan dengan penguasa.

 


Penulis: Rifya Rusdi

Editor : Apdoni Tukang

Ilustrasi : Agung

Recent Posts

Dodengo: Seni Beladiri Suku Gamkonora Halmahera Barat

LPMMantra—Dodengo merupakan seni bela diri asli Suku Gamkonora yang menampilkan pertarungan satu lawan satu menggunakan…

4 minggu ago

Lewat Sekolah Relawan, Anak Muda Sagea Perkuat Peran Jaga Lingkungan

LPM Mantra—Perkumpulan Fakawele kembali menggelar Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda…

4 minggu ago

9 Tahun Berkarya, LPM Mantra Galar Bukber Alumni

LPMMantra—Peringati hari jadi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair)…

1 bulan ago

Aksi IWD FPUD: Suara Perempuan, Suara Kelas Tertindas

LPMMantra—Dalam rangka menyongsong International Women's Day, Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) Menggelar seruan aksi di…

1 bulan ago

Eksistensi Ekuilibrium: Puisi-Puisi Wahyu Setiyawan

Akedemisi Horizon  Pemaparan luar biasa Polanya mencakar-kacar kedunguan Sang durjana tetap saja senyum dan sombong…

1 bulan ago

Devaluasi Perlawanan Dan Kegagalan Structural Kesetaraan Gender

LPMMantra—Peringatan Internasional Women’s Day (IWD) telah mengalami kedangkalan eksistensial sebagai sekadar komoditas musiman. Apa yang…

1 bulan ago