LPM Mantra—Saat tiba dan blusukan di halaman kampus, kita tidak lagi bertingkah seperti biasanya dalam menangani hal-hal remeh mengenai tubuh kita. Dalam menangani pantat kita yang gatal misalnya. Di halaman kampus, kita tidak bakal serta-merta meluncurkan tangan kita di balik celana kita menuju target-target yang meminta untuk segera digaruk. Kita akan berusaha menahan, bahkan sampai rasa gatal itu lenyap sendiri. Ini terjadi lantaran sikap sadar kita mengenai sikap awas satu entitas yang bergelantung di sebuah sudut di ketinggian dinding kampus, yaitu CCTV.
Bakal kontras jika kita berada di rumah atau di tempat lain tanpa pantauan CCTV, bila pantat kita gatal, tidak pakai lama, tangan kita langsung menyasar daerah-daerah yang gatal itu. Bahkan kita akan menggaruk dengan wajah yang aneh. Sekali lagi, ini karena sikap sadar kita mengenai keberadaan CCTV, karena meskipun tidak ada sepasang tatapan pun dari orang-orang di sekitar kita, kita tidak bakal serta-merta memberi perintah pada tangan kita untuk seenaknya di balik kain celana kita, di daerah-daerah yang gatal di pantat kita itu.
Keberadaan CCTV efeknya tidak main-main. Karna pengawasan-pengawasan yang diciptakan CCTV dapat menimbulkan perasaan diawasi secara konstan atau terus-menerus, walaupun pengawasan yang dilakukan hanya sesekali. Para operator di balik CCTV di kampus kita misalnya. Barangkali para operator hanya bekerja sesekali dan tidak mengawasi rekaman CCTV secara real time.
Baca Juga : Ketika BEM FIB Unkhair Merapat ke Kekuasaan, Siapa Membela Warga Lingkar Tambang?
Namun kita merasa diawasi atau diamati terus menerus. Perasaan diawasi atau diamati ini, selanjutnya akan mengatur dan membentuk perilaku kita agar disiplin dan bersikap dalam koridor yang normal. Seperti yang dibicarakan oleh Michel Foucault dalam konsep panopticon.
Efek pengawasan CCTV begitu hebat, sebab dapat mendorong kita supaya mengatur setiap perilaku kita agar bertingkah senormal mungkin. Bahkan dapat mendorong kita untuk tidak melakukan satu perbuatan yang sebenarnya, jika dipikir-pikir, bukan sebuah tindakan kriminal.
Menggaruk pantat kita yang gatal misalnya. Iyah, toh? Menggaruk pantat kita yang gatal itu bukan tindakan kriminal, apalagi itu pantat kita sendiri, tapi karena kita merasa berada di bawah pengawasan lensa CCTV, kita berusaha agar tidak menyerang bagian pantat kita yang gatal tersebut dengan sebuah garukkan tangan meskipun itu, sekali lagi, bukan tindakan kriminal.
Menimbang-menimbang, kehadiran CCTV bisa mengatur ritme perilaku kita agar tidak kelewatan atau menabrak dan bertingkah berbalik dengan norma. Para pencuri akan mengurungkan niat mereka untuk memberikan kisah-kisah tentang kehilangan pada orang lain dengan mengambil barang-barang berharga yang menjadi sasaran mereka, karena merasa diawasi dari balik kamera CCTV.
Para pembuat onar tidak akan dengan mudah mengacau karena tangkapan CCTV bisa menjadi bukti tentang perbuatan-perbuatan brengsek dan keparat mereka, yang selanjutnya membayangi mereka dengan akibat-akibat yang tidak mengenakan lantaran kenakalan-kenakalan yang disebab oleh mereka.
Baca Juga : Saya Dilecehkan saat Mengurus Surat Aktif Kuliah, Unkhair Justru Lindungi Pelaku
Keberadaan CCTV, di halaman maupun di ruang tertentu sebuah kampus, orang-orang di sana bakal berpikir dua kali untuk melakukan hal-hal “aneh”, sebab perasaan diawasi yang ditimbulkan oleh CCTV tersebut dapat mendorong siapapun di bawah tatapannya agar menjadi “anak baik-baik” yang tidak neko-neko dalam bertingkah, apalagi sampai menabrak norma kesopanan atau aturan kepantasan.
Kabarnya, di sebuah universitas ternama di Maluku Utara, di kampus tersebut CCTV berhamburan mengawasi banyak halaman dan ruangan kampus di sana. Tapi anehnya, baru-baru ini tidak ada bukti rekaman CCTV mengenai kasus kekerasan seksual yang terjadi di sebuah fakultas di kampus itu. Kasusnya terjadi di sebuah ruang TU.
Pelakunya adalah seorang staf dari ruangan tersebut yang ingin mencederai seorang mahasiswi dengan kecabulan ketika mahasiswi itu mengurus administrasinya di sana. Data yang dijaring dari hasil wawancara mengenai kasus tersebut oleh salah satu Lembaga Pers Mahasiswa, mereka menerima laporan kalau di ruang TU tersebut tidak ada CCTV, ketika korban dan rekan-rekannya berusaha mencari bukti dari rekaman CCTV.
Kalau saja terdapat CCTV di sana, perasaan diawasi yang dihadirkan oleh CCTV akan mendorong siapapun agar tidak macam-macam, perasaan diawasi yang dihadirkan CCTV bisa menetralisir niat jahat siapapun yang berada di sana agar tidak bertingkah yang tidak-tidak. Niat-niat busuk yang akan membuahkan perbuatan-perbuatan yang menggelikan pun bisa dicegah lebih dini.
Baca Juga : “Ngoni Pe BEM Sobagimana Itu?” Sebuah Tanya untuk BEM FIB
Sebagai salah satu lembaga kampus yang bertugas dalam menciptakan ruang aman, Satgas PPKS (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual), harus memperhatikan keberadaan CCTV. Harus ada sudut di dinding tertentu di ruangan itu yang dimonopoli untuk CCTV, terutama di ruang-ruang yang sering terjadi interaksi antara mahasiswa dengan mahasiswa ataupun mahasiswa dengan dosen untuk memastikan ruang aman kita bersama.
Walaupun perasaan diawasi dari keberadaan CCTV tidak efektif dan tidak bisa menghentikan seseorang untuk berbuat nakal terhadap orang lain, karena sudah kelewatan batas kenakalannya itu, paling tidak CCTV dapat membuat seseorang merasa tertangkap basah dan tidak bisa mengelak dan kabur dari perbuatannya yang kurang ajar karna CCTV bisa menangkap kejadian apapun di bawah tatapannya.
Meskipun keberadaan CCTV memiliki sisi yang perlu dikhawatirkan dan diwaspadai, misalnya potensi penyalahgunaan rekaman dan pelanggaran privasi, atau efek chilling yang bisa di akibatnya sehingga kita tidak menjadi berani lagi dalam berekspresi. Namun keberadaan CCTV cukup diperlukan seperti dalam pertimbangan-pertimbang kita di atas.
Penulis : Ajun Benteng | Mantra
LPMMantra—Dodengo merupakan seni bela diri asli Suku Gamkonora yang menampilkan pertarungan satu lawan satu menggunakan…
LPM Mantra—Perkumpulan Fakawele kembali menggelar Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda…
LPMMantra—Peringati hari jadi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair)…
LPMMantra—Dalam rangka menyongsong International Women's Day, Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) Menggelar seruan aksi di…
Akedemisi Horizon Pemaparan luar biasa Polanya mencakar-kacar kedunguan Sang durjana tetap saja senyum dan sombong…
LPMMantra—Peringatan Internasional Women’s Day (IWD) telah mengalami kedangkalan eksistensial sebagai sekadar komoditas musiman. Apa yang…