Categories: Puisi

Satu untuk Merdeka

Satu untuk Merdeka 

Kemerdekaan?
Apa kau pikir Indonesia sudah merdeka?
Pembullyan, Tawuran, Narkoba, Korupsi ada di mana-mana
Itu kau pikir merdeka?
Bodoh, sungguh bodoh!!

Muda mudi Indonesia
Kita memang tidak dijajah oleh negara asing
Tapi kita dijajah oleh negara sendiri, pemimpin sendiri, dan kita sendiri!!
Seharusnya kita sadar akan hal itu…
Harusnya kita dapat menanganinya dengan mudah…

Tapi apalah daya, kita terlalu dimanja akan nikmat sementara
Kita juga terlalu enggan peduli dengan saudara sesama
Betapa naif dan sombongnya kita pada yang lain…
Sungguh menjijikkannya diri kita ini

Persatuan dan kesatuan yang tercantum dalam undang-undang
Seakan hanya tulisan tangan yang berfungi sebagai hiasan
Bukankah sangat memalukan diri kita ini?
Dan bagaimana bisa kita dapat tenang dengan keadaan negara saat ini?

Ayo, tunjukkan persatuan kita!!
Tunjukkan pada dunia bahwa kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa
Membuat negara lebih sejahtera dengan adanya kita, sebagai penerus bangsa Indonesia

Danian In Tarinata 

Tertawan akan ucapan penuh perjanjian

Berakhir menempati tempat yang tak diinginkan

Hanya terbesit untuk persinggahan sementara

Antara empat atau enam

Seakan lebih baik enam walaupun penuh kekangan

Daripada empat yang penuh kebebasan akan tetapi terbelenggu ketakutan

Tiap jalan berdialog akan keandaian Membuat gusar tiap jawaban

Diiringi lagu pertemuan penuh kedustaan

Masih tertawan akan penyangkalan takdir

Membuat pilihan bertengkar dengan pikir

Hingga menjerat untuk akhir

Akahkah tiap penyangkalan berujung hasil atau sunya

Mencoba melangkah walaupun penuh gemerlap moha

Mengharap pada tiap do’a agar hal yang tercipta sesuai jalan-Nya

Warna Tanpa Nama

Berjalan tanpa mata dan nyawa

Menyapa tiap insan dengan senyum bahagia

Berjabat tangan dengan akar luka

Berkumpul dan bercengkrama dengan gelak tawa

Putaran topik yang berbalut akal semesta

Berpura-pura melupakan segala cita

Beriringan dengan kerincing prestasi

Yang semakin meredupkan warna akan tiada kegunaan

Menebalkan akan matinya pengakuan

Serba serbi perkenalan kehidupan

Tabrakan akan kedekatan pemalsuan

Tusukan hangat penuh jebakan

Akankah salam diri dapat terpatri

Atau tertipu akan segala ilusi

Dimanakah kau menaruh hati pada manusia penuh imaji ini?

Penulis : darkseaa/ Magang

 

 

Share
Published by
LPM Mantra

Recent Posts

Dodengo: Seni Beladiri Suku Gamkonora Halmahera Barat

LPMMantra—Dodengo merupakan seni bela diri asli Suku Gamkonora yang menampilkan pertarungan satu lawan satu menggunakan…

4 minggu ago

Lewat Sekolah Relawan, Anak Muda Sagea Perkuat Peran Jaga Lingkungan

LPM Mantra—Perkumpulan Fakawele kembali menggelar Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda…

1 bulan ago

9 Tahun Berkarya, LPM Mantra Galar Bukber Alumni

LPMMantra—Peringati hari jadi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair)…

1 bulan ago

Aksi IWD FPUD: Suara Perempuan, Suara Kelas Tertindas

LPMMantra—Dalam rangka menyongsong International Women's Day, Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) Menggelar seruan aksi di…

1 bulan ago

Eksistensi Ekuilibrium: Puisi-Puisi Wahyu Setiyawan

Akedemisi Horizon  Pemaparan luar biasa Polanya mencakar-kacar kedunguan Sang durjana tetap saja senyum dan sombong…

1 bulan ago

Devaluasi Perlawanan Dan Kegagalan Structural Kesetaraan Gender

LPMMantra—Peringatan Internasional Women’s Day (IWD) telah mengalami kedangkalan eksistensial sebagai sekadar komoditas musiman. Apa yang…

2 bulan ago