Warta

Dodengo: Seni Beladiri Suku Gamkonora Halmahera Barat


LPMMantra—Dodengo merupakan seni bela diri asli Suku Gamkonora yang menampilkan pertarungan satu lawan satu menggunakan alat-alat adat istiadat.

Dalam beberapa catatan dan penuturan, tradisi ini dibawa oleh Syekh Ishak Waliyullah asal Iran, orang pertama yang mengislamkan penduduk Gamkonora.

Dodengo, seni bertarung orang suku Gamkonora, Sejak dimulai kembali pada tahun 2003 atas inisiatif pemuda di Desa Talaga, Dodengo menjadi warisan berharga disuku Gamkonora. Alat atau media yang dipakai untuk  berdodengo adalah perisai salawaku dan gaba-gaba atau potongan pohon sagu.

Suku Gamkonora, mendiami empat desa, yaitu Gamsungi, Talaga, Gamkonora, dan Tahafo di Kecamatan Ibu Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara.

Permainan dodengo biasanya dilakukan di lapangan desa Talaga. Beberapa orang mengantre, menunggu giliran untuk ikut masuk ke tengah lapangan. Sementara di sekitarnya, para penonton mengelilingi, seperti membentuk “ring” untuk para petarung.

Dalam pertunjukan ini, ada yang dipercayakan sebagai wasit. Ia akan memberikan aba-aba untuk memulai atau memberhentikan. Tak boleh sampai ada yang terluka berlebihan. Namun begitu, pertarungan ini pun bukan sekadar tontonan. Benar-benar saling hantam.

Selama berjalan, pertunjukan ini sangat menegangkan, sekaligus menghibur. Tiap pasangan dilengkapi dengan peralatan: perisai atau salawaku yang terbuat dari kayu, mirip perisai tari perang Cakalele, dan gaba-gaba, yakni potongan batang pohon sagu sebagai senjata pemukul.

Para petarung diharuskan beradu kecepatan dan kekuatan untuk saling melukai lawan menggunakan potongan pohon sagu atau gaba-gaba tersebut. Petarung yang tidak lihai menahan kecepatan petarung lawannya pasti mengalami luka-luka di daerah kepala dan wajah. Tabuhan gendang/tifa dan gong juga mengiringi jalannya laga sekaligus memberikan semangat kepada para petarung.

Pertunjukan Dodengo diikuti dengan iringan musik adat istiadat gong dan tifa.

Dodengo sering dilaksanakan pada saat perayaan Idulfitri, di hari pertama lebaran sampai keempat.

“Dodengo ini satu beladiri yang dijadikan permainan di Medan begini. Awalnya dodengo namanya gotolata yang diajarkan oleh penyiar dari timur tengah yang namanya  Syekh Ishak waliyullah mengislamkan wilayah Gamkonora. Beliau mengajarkan satu beladiri yang namanya gotolata/ ilmu daeng, Kemudian dijadikan permainan. Jadi permainan dodengo ini punya jurus diambil dari jurus (gotolata) gotolata dalam bahasa Gamkonora artinya empat pukulan (pukul dari atas kebawah, dari bawah keatas, dari samping kiri ke kanan, dan dari samping kanan kiri) itu gotolata. Tetapi begitu di tuangkan dalam dodengo, pukulan yang dipakai hanya dua yaitu dari bawah keatas dan dari atas kebawah”.  Ujar Ustadz Munawar Paty salah satu tokoh adat pada Minggu (22/3/2025)

Tetapi kalo kita lihat permainan yang para generasi muda dan remaja mainkan, banyak dari mereka yang sudah tidak tahu main lagi, karena main hanya mengikuti emosi dan kekuatannya sendiri. Akibatnya permainan yang mereka mainkan itu kelihatannya tidak bagus. Lanjut Ustadz Munawar Paty

Dulu sering dibuat di empat desa. Namun, sekarang sudah terpusat di Desa Talaga dan tiga desa lain datang untuk berlaga atau hanya sekadar ikut menyaksikan.

 


Penulis: Ridwan Suban

Editor: Tim Redaksi 

Recent Posts

Inisiasi Cara Unik Antropologi Sambut Mahasiswa Baru

LPMMantra - Himpunan Mahasiswa Jurusan Antropologi Sosial (HUMANIS), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun menggelar Inisiasi…

3 minggu ago

Aksi Solidaritas dan Doa untuk Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

LPMMantra - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate Ternate bersama sejumlah jurnalis menggelar aksi solidaritas…

3 minggu ago

Peringati Hari Tani, Mahasiswa Desak Hentikan Kriminalisasi Warga

LPMMantra — Sejumlah Mahasiswa Kota Ternate dalam aliansi Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) menggelar unjuk…

3 minggu ago

Universitas Khairun Abaikan Tuntutan Mahasiswa

LPM Mantra—Lambatnya tindak lanjut tuntutan sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (Unkhair) mengenai sejumlah…

1 bulan ago

Gedung PKM UKM Unkhair Tak Terurus

LPMMantra- Gedung Pusat Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Khairun (Unkhair) mengalami kerusakan parah. Gedung dua lantai…

2 bulan ago

FIB Unkhair Gelar Workshop Jurnalistik

Lpmmantra— Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Workshop Jurnalistik Media Kemahasiswaan. Kegiatan bertajuk…

2 bulan ago