Gambar: Istimewah
Akedemisi Horizon
Pemaparan luar biasa
Polanya mencakar-kacar kedunguan
Sang durjana tetap saja senyum dan sombong
Sang ahli di atas rata-rata,
Ajarkan kami lari kencang mengejar mimpi
Dengan klasifikasi segudang risalah ilmu
Segenap kode etik kehidupan
Elang terbang menggapai cakrawala langit,
Manusia melompat lebih tinggi
Kiambang tetap berada dalam nuansa damainya
Semua harmoni, begitupun yang kami inginkan dalam segala bidang
Menguasai ekonomi global
Memperbaiki sistem kenegaraan yang amburadul
Memberi makan anak-anak bangsa yang hidupnya susah
Distraksi Diskriminasi
Kepada elit-elit yang ingin dihormati,
Yang aktifitasnya sangat konsumsif
Kecerobohan tergenang pekat di rimbanya
Tanpa merasa telah mendiskriminasi
Antek asing tersenyum
Mengamati lisensi-lisensi milik durjana itu
Mengungkit bara di lapisan masyarakat
Isu-isu digulingkan
Menyebar ke sumbu-sumbu media
Orang baik jadi sasaran gunjingan
Fragmen kenangan terbang ke angkasa
Lalu jatuh ke hamparan semak,
Ditemukan petani-petani yang pulang dari sawah
Dan mereka berkumpul dengan keluarganya menonton layar konspirasi politik
Elektrik Asa/172 VOLT
Prahara nian parah,
Angin bergolak dengan ledakan kencang,
Mobil-mobil kejahatan terbakar dalam panasnya nuansa
Perjuangan penuh dengan aliran peluh
Semangat berkobar bagai elektrik 172 Volt
Dengan sebingkai karya yang indah
Membungkam suara-suara yang menyakitkan
Dari orang-orang malas, yang bingung dan aneh di sudut dunia
Dalam diriku,
Terukirlah lebih baik,
Bertahan dalam lika-liku kehidupan
Pegas, deru rasa dan asa bersatu
Duka perlahan hilang …
kemelut sirna
Derasnya sisi romansa kuatkan segalanya,
Terbitkan energi positif dalam jiwa
Kutambah kecepatan kakiku di antara jejak-jejak
Semakin cepat … dan kuraih bintang kemenangan
Impian yang Tertunda
Himpunan harapan,
“Dalam penantian yang panjang,
telah kulakukan jalan terbaik,
kemanakah kalian berpijar”
Wahai asa,
Bukalah topengmu
Peluklah jiwaku
Terbanglah ke sisi langit
Pastinya waktu akan berjalan semestinya
Ajarkanlah aku arti perjuangan
Kiranya waktu akan terisi semestinya
Berilah aku secercah keberhasilan
(Penyesalan yang belum kurelakan)
(Rencana yang belum terealisasikan)
Analisis simpulnya,
Sesuatu yang tertunda,
akan berbunga pada saat tiba waktunya.
Serpihan Kasih yang Hilang
Pertemuan semalam,
biarlah tak mengembang jauh
Permohonanmu sudah tak berarti apa-apa
Serpihan kaca telah tiada daya
Tak bisa kubina cerita lama
Dahulu kusalah menilai dirimu
Keserahakan telah jadikan kau pengoleksi rindu
Hingga tasik surut, kau masih berkelana
Naluri nurani tunjukkan pilihanku
Untuk kehidupan ini hingga akhir waktu
Karya: Wahyu Setiyawan
Editor: Apdoni Tukang
LPMMantra—Dodengo merupakan seni bela diri asli Suku Gamkonora yang menampilkan pertarungan satu lawan satu menggunakan…
LPM Mantra—Perkumpulan Fakawele kembali menggelar Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda…
LPMMantra—Peringati hari jadi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair)…
LPMMantra—Dalam rangka menyongsong International Women's Day, Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) Menggelar seruan aksi di…
LPMMantra—Peringatan Internasional Women’s Day (IWD) telah mengalami kedangkalan eksistensial sebagai sekadar komoditas musiman. Apa yang…
LPMMantra—Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate mendorong media berpihak pada kepentingan publik dan mengawal aksi warga…