Resensi Buku

Menelisik Jejak Pers Mahasiswa di Kota Ternate

LPM Mantra—Jika kita membaca sejarah, tak ada sesuatu yang lahir dari ruang kosong. Sejarah terbentuk dari aktivitas manusia, organisasi, serta pergerakan dan perlawanan rakyat. Hal yang sama juga berlaku bagi proses lahirnya lembaga pers mahasiswa di Kota Ternate.

Organisasi pers di tingkat mahasiswa mencatat banyak perubahan dan peristiwa penting dalam dinamika pergerakan mahasiswa. Sejak era Presiden Soekarno, lembaga pers mahasiswa telah bergerak secara independen untuk mengkritisi kebijakan kampus maupun kekuasaan.

Lembaga tersebut mengalami berbagai tantangan, terutama pada era Orde Baru yang membatasi kebebasan berekspresi. Pada masa itu, pers mahasiswa menjadi ruang penting bagi mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kampus dan rezim yang otoriter.

Di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, pers mahasiswa lahir dari keresahan terhadap persoalan yang terjadi baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat. Lembaga-lembaga ini hadir untuk merespons kejadian yang berdampak pada kehidupan mahasiswa dan publik.

Seiring pesatnya pertumbuhan media arus utama, lembaga pers mahasiswa yang berstatus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di tingkat fakultas maupun universitas—tidak hanya merespons isu penting, tetapi juga berperan memberikan pemahaman kepada pembaca terkait persoalan kampus dan masyarakat sipil.

Baca Juga : Satgas PPKPT Unkhair Abaikan Kasus Kekerasan Seksual, Didith : Belum Ada Laporan Kami Bergerak Pasif 

Penelitian Fadli Kayoa (2022) menunjukkan terdapat tiga Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Kota Ternate yang berdiri sejak 2017. Sebelum itu, kampus-kampus telah memiliki lembaga penerbitan, seperti Go-Pena Unkhair dan unit penerbitan lainnya di fakultas-fakultas.

Tiga UKM yang berfokus pada dunia pers tersebut adalah LPM Mantra, LPM Aspirasi, dan LPM Jurnalistik. LPM Mantra berada di bawah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, LPM Aspirasi berada langsung di bawah Universitas Khairun, sedangkan LPM Jurnalistik berdiri di bawah Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU).

Mantra didirikan dari keresahan

LPM Mantra lahir dilatarbelakangi keinginan mahasiswa dan pengurus BEM Fakultas Sastra dan Budaya. Kehadiran lembaga ini berangkat dari keresahan terhadap menurunnya minat literasi mahasiswa Sastra.

Tiga mahasiswa, Adlun Fikri (Antropologi), Jamal Bobero (Antropologi), dan Rian Hidayat (Sastra Indonesia)—menginisiasi pembentukan lembaga tersebut sebagai ruang belajar dan pelatihan menulis bagi mahasiswa. LPM Mantra juga dimaksudkan sebagai media pergerakan dengan tulisan sebagai alat perjuangan.

Gagasan tersebut kemudian diajukan kepada Dekan Fakultas Sastra dan Budaya, Drs. Fachmi Alhadar, M.Hum. Upaya itu membuahkan hasil melalui terbitnya SK No. 30/UN44.C6/KP/2017 pada 8 Mei 2017, yang menandai berdirinya LPM Mantra.

Dari Kultura menjadi Aspirasi

LPM Aspirasi memiliki sejarah yang menarik. Sebelum dikenal dengan nama tersebut, lembaga ini bernama LPM Kultura dan berada di bawah Fakultas Pertanian Unkhair. Pendirian lembaga itu diprakarsai Rabul Sawal, mahasiswa Pertanian, yang resah melihat persoalan kampus dan minimnya ruang penyampaian aspirasi mahasiswa.

Baca Juga : Pengawasan Predator Seksual

SK No. 1527/UN44.C6/MK/2019 yang dikeluarkan Dekan Fakultas Pertanian pada 28 Oktober 2019 menjadi tonggak berdirinya LPM Kultura. Namun dinamika internal kemudian mendorong perubahan nama menjadi LPM Aspirasi, yang sekaligus menempatkan lembaga ini langsung di bawah Universitas Khairun. Perubahan tersebut ditetapkan melalui SK Rektor No. 931/UN44/K.05/2020.

LPM Jurnalistik UMMU: ruang mengasah kemampuan menulis

Cikal bakal LPM Jurnalistik UMMU juga berangkat dari keresahan terhadap kurangnya ruang penyaluran kemampuan menulis mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa, beberapa dosen turut mendorong pembentukan lembaga ini.

Pada 28 April 2018, LPM Jurnalistik UMMU resmi didirikan melalui dukungan LPK3I Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Kemudian pada 10 Juli 2018, Rektor UMMU menetapkan lembaga ini sebagai Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) melalui SK No. 01/A.KPTS/UJ-UMMU/IV/2019.


Penulis : Apdoni Tukang / Mantra

Recent Posts

Inisiasi Cara Unik Antropologi Sambut Mahasiswa Baru

LPMMantra - Himpunan Mahasiswa Jurusan Antropologi Sosial (HUMANIS), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun menggelar Inisiasi…

3 minggu ago

Aksi Solidaritas dan Doa untuk Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

LPMMantra - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate Ternate bersama sejumlah jurnalis menggelar aksi solidaritas…

3 minggu ago

Peringati Hari Tani, Mahasiswa Desak Hentikan Kriminalisasi Warga

LPMMantra — Sejumlah Mahasiswa Kota Ternate dalam aliansi Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) menggelar unjuk…

3 minggu ago

Universitas Khairun Abaikan Tuntutan Mahasiswa

LPM Mantra—Lambatnya tindak lanjut tuntutan sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (Unkhair) mengenai sejumlah…

1 bulan ago

Gedung PKM UKM Unkhair Tak Terurus

LPMMantra- Gedung Pusat Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Khairun (Unkhair) mengalami kerusakan parah. Gedung dua lantai…

2 bulan ago

FIB Unkhair Gelar Workshop Jurnalistik

Lpmmantra— Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Workshop Jurnalistik Media Kemahasiswaan. Kegiatan bertajuk…

2 bulan ago