Karya Ilmiah

Mengenal Komunikasi Terapeutik, Bahasa Untuk Pemulihan

LPMMantra–Komunikasi bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Komunikasi dapat berdampak besar bagi orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan berjuma dengan orang yang berbeda seperti dari segi budaya, suku, pendidikan dan kepercayaan. Dari perbedaan ini, diperlukan komunikasi yang nyambung dari kedua bela pihak agar dapat dimengerti satu sama lain.

Hal ini juga terjadi dalam dunia kesehatan. Dalam dunia kesehatan, sebuah pelayanan tidak hanya diukur sebarapa lengkap perlengkapan yang tersedia di rumah sakit, tapi juga diukur seberapa efektif komunikasi yang dibangun antara pasien dan petugas medis. Komunikasi yang baik merupakan komunikasi yang berhasil. Komunikasi itu berhasil karena kedua belah pihak dapat mengerti apa yang disampaikan. Jika hal ini dikontekskan dalam pelayanan medis, petugas medis dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pasien, dan pasien mendapatkan apa yang dibutuhkan.

Baca Juga ; Satu untuk Merdeka

Petugas medis saat akan melakukan penanganan kepada pasien, akan menggunakan gaya komunikasi tidak seperti pada umumnya. Petugas medis seperti dokter dan perawat saat menangani pasien akan menggunakan gaya komunikasi terapeutik. (Kusumo, 2017) menjelaskan bahwa komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Pentingya komukasi terapeutik oleh petugas medis karena dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pelayanan petugas medis. Hal ini juga dijelaskan (Kusumo, 2017) bahwa komunikasi terapeutik menjadi sangat penting karena dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Selain itu, Menurut (Ra’uf, 2021 ) kepuasan pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kesesuaian antara harapan dan kenyataan, tingkat pelayanan dirumah sakit, biaya, promosi atau iklan yang sesuai dengan kenyataan, dan komunikasi terapeutik yang baik.
Selain membagun komunikasi yang efektif, komunikasi terapeutik sangat penting digunakan oleh petugas medis karna berkaitan dengan pelayanan rumah sakit.

Penjelasan ini juga sejalan dengan (Nurwahyuni, 2024) yang menjelaskan bahwa komunikasi teurapetik dalam keperawatan sangatlah krusial untuk membangun hubungan antara tenaga kesehatan dengan pasien, serta menciptakan keharmonisan demi perawatan yang efektif bagi pemulihan pasien. Jadi, pasiean tidak hanya membutuhkan obat untuk psakitnya, tetapi komunikasi terapeutik dalam dunia kesehatan sangat membatu pasiean dalam proses pemulihan. Sebagai tambahan, seorang petugas kesehatan dituntut agar mengetahui latar belakang pasien saat akan melakukan pelayanan medis (komunikasi teurapetik) tujuannya agar komunikasinya berjalan dengan baik dan lebih mudah memahami apa yang sedang dibutuhkan pasien.

Baca Juga : Pendidikan Tinggi dan Realitas Lapangan Kerja: Organisasi Mahasiswa di Persimpangan Tantangan

Lantas, seperti apa contoh atau bentuk komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh dokter atau perawat saat menangani pasien seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya? Mengacu pedapat (Nurwahyuni, 2024) menjelaskan bahawa bentuk komunikasi teurapetik yang biasa dilakukan oleh perawat pada suatu layanan kesehatan yaitu tersenyum, berbicara sopan, bertanya terkait keluhan pasien sehingga dapat membantu pasien untuk tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. Untuk membuktikan seberapa efektifnya komunikasi teurapetik terhadap pasien, mari kita lihat penelitian (Nurwahyuni, 2024) yang meneliti tentang hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan. Hasil penelitiannya menunjukan pasien merasakan komunikasi teurapetik efektif serta merasa puas atas pelayanan yang diberikan sebesar 67,3%. Dari penjelasan ini dapat diketahui bahwa komunikasi teurapetik sangat mempengaruhi pasien dari segi kualitas layanan komunikasi.

Referensi :

Kusumo, M. P. (2017). Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien di Rawat Jalan RSUD Jogja. Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit,, 73.
Nurwahyuni, F. S. (2024). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Kesehatan . Jurnal Keperawatan Florence Nightingale, 224.
Ra’uf, M. (2021 ). KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA TINGKAT KEPUASAN PASIEN: STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT ULIN BANJARMASIN . Jurnal Terapung : Ilmu – Ilmu Sosial , 38

 


Penulis : Apdoni Tukang /Pimpinan Umum LPM Mantra FIB Unkhair

Editor  : Tim Redaksi

Recent Posts

Dodengo: Seni Beladiri Suku Gamkonora Halmahera Barat

LPMMantra—Dodengo merupakan seni bela diri asli Suku Gamkonora yang menampilkan pertarungan satu lawan satu menggunakan…

4 minggu ago

Lewat Sekolah Relawan, Anak Muda Sagea Perkuat Peran Jaga Lingkungan

LPM Mantra—Perkumpulan Fakawele kembali menggelar Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda…

1 bulan ago

9 Tahun Berkarya, LPM Mantra Galar Bukber Alumni

LPMMantra—Peringati hari jadi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair)…

1 bulan ago

Aksi IWD FPUD: Suara Perempuan, Suara Kelas Tertindas

LPMMantra—Dalam rangka menyongsong International Women's Day, Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) Menggelar seruan aksi di…

1 bulan ago

Eksistensi Ekuilibrium: Puisi-Puisi Wahyu Setiyawan

Akedemisi Horizon  Pemaparan luar biasa Polanya mencakar-kacar kedunguan Sang durjana tetap saja senyum dan sombong…

1 bulan ago

Devaluasi Perlawanan Dan Kegagalan Structural Kesetaraan Gender

LPMMantra—Peringatan Internasional Women’s Day (IWD) telah mengalami kedangkalan eksistensial sebagai sekadar komoditas musiman. Apa yang…

1 bulan ago